Jakarta, NAWACITAPOST - Kemarin (03/11), Presiden Republik Indonesia Joko Widodo telah melakuklan pertemuan dengan Crown Prince Sheikh Mohamed bin Zayed bin Sultan Al Nahyan.
Pertemuan yang dilakukan antara kedua pemimpin berlangsung cukup lama, sekitar 2,5 jam, dan membahas berbagi macam isiu termasuk masalah keja sama di bidang renewable energy, pembangunan ibu kota baru, investasi, dan perdagangan.
Beberapa hal yang dapat disampaikan dari pertemuan tersebut ialah pertama, Presiden RI telah mengundang Putra Mahkota untuk hadir dalam KTT G20 sebagai undangan Presidensi G20 Indonesia pada Oktober 2022. Putra Mahkota mengyambut baik undangan Bapak Presiden tersebut. UAE akan menjadi slah satu tamu undangan untuk KTT G20 di bawah Presidensi Indonesia.
Kedua, mengenai investasi. Kedua pemimpin membahas kemajuan kerja sama investasi atara kedua negara.
Sebagai informasi teman-teman, selama kunjungan ini terdapat komitmen bisnis dan investasi senilai 32,7 miliar USD dari 19 perjanjian kerja sama yang akan dipertukarkan besok di Dubai.
Secara sekilas, komitmen bisnis dan investasi tersebut antra lain:
- Kerja sama antara INA dan Abu Dhabi Growth Fund
- INA dan DP World
- Floating solar antara Masdar dan Pertamina
- Refinery Balikpapan
- Manufacture dan distribusi vaksin dan bioproducts
- Dan berbagai kesepatan G42 dengan berbagai mitra di Indonesia, antara lain di bidang smart cities, telekomunikasi, pengembangan laboratorium genomik, dan lain sebagainya.
Hal yang ketiga, di bidang peddagangan. Kedua pemimpin sepakat mengharapkan kiranya perundingan negosiasi CEPA dapat segera diselesaikan. Perundingan sudah dilakukan beberapa kali dan Presiden mengharapkan pada bulan Maret 2022 perundingan akan dapat diselesaikan.
Yang keempat adalah megenai travel corridor arrangement (TCA). Indonesia telah memiliki TCA dengan UAE sejak 29 Juli 2020. TCA dengan UAE ini merupakan salah satu TCA pertama yang dimiliki Indonesia pada masa pandemi. Dan dengan adanya vaksin dan platform-platform perlindungan, maka TCA ini harus diperkuat.
Kelima, komitmen memperkuat kerja sama dan kemitraan dalam pembanguna ibu kota baru. Beliau berdua kedua pemimpin sepakat untuk menindaklanjuti secara intensif berupa pertemuan-pertemuan pada tingkat teknis. Beliau mengarahkan untuk terus diintensifan khusus membahas mengenai pembangunan ibu kota baru.
Yang keenam, kedua pemimpin juga berbicara mengenai isu mangrove, bagaimana merehabilitasi mangrove, dan sepakat untuk memperkuat kerja sama di bidang ini, termasuk di bidang riset. Sebagaimana teman-teman ketahui, mangrove memiliki arti yang penting kalau kita membahas isu perubahan iklim. Dan Indonesia memiliki mangrove terbesar di dunia atau lebih dari 20%.
(Kornelius Wau)
Editor: Tiara Islami
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.
Terkini
Sabtu, 18 April 2026 | 11:53 WIB
Kamis, 9 April 2026 | 08:13 WIB
Rabu, 8 April 2026 | 16:23 WIB
Selasa, 7 April 2026 | 21:18 WIB
Selasa, 7 April 2026 | 10:08 WIB
Senin, 6 April 2026 | 14:46 WIB
Senin, 6 April 2026 | 11:16 WIB
Minggu, 5 April 2026 | 18:37 WIB
Sabtu, 4 April 2026 | 16:06 WIB
Jumat, 3 April 2026 | 13:51 WIB
Selasa, 31 Maret 2026 | 16:17 WIB
Sabtu, 14 Maret 2026 | 18:27 WIB
Jumat, 13 Maret 2026 | 17:44 WIB
Rabu, 11 Maret 2026 | 14:57 WIB
Selasa, 10 Maret 2026 | 22:09 WIB
Selasa, 10 Maret 2026 | 06:00 WIB
Rabu, 4 Maret 2026 | 21:10 WIB
Sabtu, 21 Februari 2026 | 20:16 WIB
Senin, 16 Februari 2026 | 15:25 WIB
Jumat, 3 Oktober 2025 | 19:41 WIB