Kamis, 4 Juni 2026

Angka Pengangguran di Amerika Serikat Capai 20,5 Juta Orang

Photo Author
Martin, Nawacita Post
- Senin, 11 Mei 2020 | 10:01 WIB
NAWACITAPOST- Angka pengangguran di Amerika Serikat (AS) mencatat lonjakan tertinggi sepanjang sejarah. Pada April 2020, AS mencatat 20,5 juta orang kehilangan pekerjaan, karena penyebaran virus corona.

Langkah pemerintah AS mengunci wilayah (lockdown) untuk memerangi virus corona berdampak besar pada perekonomian dan juga para pekerja di sana.

Mengacu data dari Biro Statistik Tenaga Kerja pada Jumat (8/5), jumlah 20,5 juta orang yang kehilangan pekerjaan menjadi penurunan paling besar sejak pencatatan data pekerja dilakukan 1939 silam.

Baca Juga : Positif Virus Corona di Jerman Meningkat Setelah Lakukan kelonggaran Lockdown

Biro Statistik Tenaga Kerja juga mencatat tingkat pengangguran mencapai 14,7 persen pada April. Angka ini naik drastis dibandingkan Maret yang hanya 4,4 persen.

Data dalam dua bulan terakhir itu menunjukkan masa yang sulit bagi para pekerja di Negeri Paman Sam. "Setiap orang yang saat ini menganggur adalah orang yang sekarang hidupnya berada dalam kekacauan," ujar Poppy Harlow, Penasehat Ekonomi Gedung Putih seperti dilansir CNNInternational.

AS menjadi salah satu negara dengan dampak corona terparah. Kasus positif covid-19 mencapai angka 1,34 juta dengan 201 ribu orang dinyatakan sembuh, dan 79.696 meninggal dunia.

Penyebaran virus corona itu pula yang awalnya membuat Pemerintah AS menetapkan lockdown. Ironisnya, dalam kurun waktu dua bulan peningkatan jumlah pengangguran terjadi di semua sektor.

Sektor akomodasi terkena dampak terburuk dengan jumlah pengangguran mencapai 7,7 juta orang, Disusul sektor ritel dengan 2,1 juta pengangguran, pelayanan kesehatan mencapai 1,2 juta, hingga 42 ribu pegawai toko makanan dan minuman yang kehilangan pekerjaan.

Jumlah angkatan kerja juga turun dari 60 persen pada Maret menjadi 51,3 persen pada April. Persentase populasi itu adalah yang terendah sepanjang sejarah.

Barbara Hull (38), warga AS, merupakan salah satu pegawai yang terkena dampak pandemi virus corona. Sebelum pemerintah menerapkan lockdown pada 18 Maret, Hull masih bekerja sebagai pelayan di Hotel Caesar Palace, Las Vegas.

"Secara finansial, ini menakutkan buat kami. Karena ketika kembali bekerja, kami tidak tahu apa yang dapat dikembalikan," terang Hull, yang mengaku tidak bisa membayangkan akan mengenakan masker saat bekerja.

Sementara itu, Micaela Stoia (22) juga dirumahkan untuk sementara dari pekerjaannya sebagai pelatih anjing di Petco. Ia sudah mengajukan tunjangan pengangguran, tetapi hingga kini belum menerima uang dari pengajuan tersebut.

"Pada saat saya berusia 26 tahun, saya akan membutuhkan pekerjaan tetap, tetapi pandemi corona ini telah menunda semuanya," kata Stoia.

 

Editor: Martin

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini

Trump Menyerah Pada Iran Demi Pasokan Minyak

Rabu, 8 April 2026 | 16:23 WIB