Hongkong,NAWACITA — Presiden Amerika Serikat Donald Trump memutuskan untuk memasukkan Huawei ke dalam daftar hitam. Seiring dengan itu, perusahaan teknologi AS semacam Microsoft dan Google turut memboikot produk teknologi asal China tersebut. Tindakan AS tersebut menyulut wacana agar China membalasnya dengan aksi serupa terhadap produk Apple.
Namun, CEO sekaligus founder Huawei Ren Zhengfei menolak usulan tersebut. Dalam sebuah interview dengan Bloomberg yang dikutip dari CNN, beberapa waktu lalu, Ren mengatakan, dirinya menolak berbagai aksi balasan dari China terhadap tindakan Trump tersebut. "Hal tersebut tidak akan terjadi, dan jika memang terjadi, saya akan menjadi orang pertama yang melakukan protes," ujar dia.
"Apple merupakan perusahaan terkemuka di dunia. Jika tidak ada Apple, mungkin tidak akan ada mobile internet. Apple adalah guru saya. Dia lebih maju di depan kita. Sebagai seorang siswa, mengapa saya harus menentang guru saya?" lanjut dia.
Komentar tersebut muncul di saat Huawei tengah menghadapi masa-masa sulitnya. Departemen Perdagangan Amerika Serikat telah memasukkan Huawei ke dalam daftar hitam perdagangan pada bulan ini dan secara efektif melarang perusahaan-perusahaan AS untuk melakukan bisnis dengan Huawei. Pemblokiran ini membuat Google dan ARM Holdings memutuskan ikatan mereka dengan perusahaan asal China ini.
Tak hanya itu, beberapa supplier Inggris dan Jepang pun menunda perilisan dari produk smartphone terbaru Huawei. Pelarangan dari pemerintah Amerika Serikat terebut mengancam posisi Huawei sebagai produsen alat telekomunikasi terbesar di dunia juga brand smartphone terbesar nomor dua di dunia. Analis di Fitch Rating menuliskan, larangan AS terhadap perusahaan China ini bisa menghentikan momentum pertumbuhan Huawei yang positif. Di sisi lain, aksi boikot tersebut bisa menguntungkan Samsung karena konsumen di seluruh dunia mencari alternatif selain Huawei.
Pelarangan dari pemerintah Amerika Serikat terebut mengancam posisi Huawei sebagai produsen alat telekomunikasi terbesar di dunia juga brand smartphone terbesar nomor dua di dunia. Analis di Fitch Rating menuliskan, larangan AS terhadap perusahaan China ini bisa menghentikan momentum pertumbuhan Huawei yang positif. Di sisi lain, aksi boikot tersebut bisa menguntungkan Samsung karena konsumen di seluruh dunia mencari alternatif selain Huawei.
Editor: Martin
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Terkini
Sabtu, 18 April 2026 | 11:53 WIB
Kamis, 9 April 2026 | 08:13 WIB
Rabu, 8 April 2026 | 16:23 WIB
Selasa, 7 April 2026 | 21:18 WIB
Selasa, 7 April 2026 | 10:08 WIB
Senin, 6 April 2026 | 14:46 WIB
Senin, 6 April 2026 | 11:16 WIB
Minggu, 5 April 2026 | 18:37 WIB
Sabtu, 4 April 2026 | 16:06 WIB
Jumat, 3 April 2026 | 13:51 WIB
Selasa, 31 Maret 2026 | 16:17 WIB
Sabtu, 14 Maret 2026 | 18:27 WIB
Jumat, 13 Maret 2026 | 17:44 WIB
Rabu, 11 Maret 2026 | 14:57 WIB
Selasa, 10 Maret 2026 | 22:09 WIB
Selasa, 10 Maret 2026 | 06:00 WIB
Rabu, 4 Maret 2026 | 21:10 WIB
Sabtu, 21 Februari 2026 | 20:16 WIB
Senin, 16 Februari 2026 | 15:25 WIB
Jumat, 3 Oktober 2025 | 19:41 WIB