NAWACITAPOST.COM - Fredy Pratama dan 25 rekan rekannya telah ditangkap pihak kepolisian Indonesia dengan barang bukti, sabu sabu 120 kg, uang 65 milliar, serta beberapa mobil mewah, menenangah.
Meski telah menangkap sindikat jaringan internasional, Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipidnarkoba) Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Kepolisian Republik Indonesia (Polri) terus menelusuri lingkaran Fredy Pratama di wilayah segitiga emas.
"Sedang didalami oleh penyidik untuk memastikan keterkaitan dengan jaringan Segitiga Emas,” kata Wakil Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Komisaris Besar Jayadi kepada awak media, Jumat (15/9/2023).
Seperti diketahui bahwa Indonesia memang berada di jalur segitiga emas atau Golden Triangle di Asia Tenggara.
Oleh karena itu, pusat perputaran perekonomian narkoba atau barang haram lainnya ada di lingkaran ini.
Dikutip dari situs US Department of Justice, 14 September 2023, Segitiga Emas mencakup sebagian Burma, Cina, Laos, dan Thailand.
Sindikat Jaringan narkoba internasional itu melakukan peracikan, pembuatan narkotika jenis heroin, morfin dan sabu.
Di sejarah, wilayah itu ideal untuk penanaman opium yang dimulai pada abad ke-16 dan ke-17.
Ya, Opium merupakan bahan baku utama dalam pembuatan narkoba seperti morfin, heroin hingga sabu.
Wilayah ini menjadi terkenal sebagai penghasil opium setelah Perang Dunia II.
Hal itu tak lepas dari tingginya permintaan heroin oleh pasukan Amerika Serikat selama Perang Vietnam.
Kondisi tersebut sangat mendukung dan angin segar perekonomian opium di Segitiga Emas menjadi perekonomian heroin mega super.
Seiring berjalannya waktu, perdagangan narkoba kini mempengaruhi setiap aspek politik di wilayah tersebut. (******)