NAWACITApost.com – Kekayaan Alam Tanah Priangan sudah tidak diragukan lagi kebenarannya. Keberagaman tersebut menjadikan suatu wilayah memiliki ciri khas tertentu sebagai simbol yang menunjukkan kekhasan suatu daerah atau wilayah.
Adalah Buah Sawo Sukatali jenis apel kapas merupakan primadona dari sekian jenis sawo yang rasa manisnya khas. Setelah ada pelepasan varietas oleh Menteri Pertanian pada tahun 2002, nama Sawo Sukatali berubah menjadi Sawo Sukatali ST-1. Varietas Sawo Sukatali ST-1 berhasil mengharumkan nama Desa Sukatali dan mengangkat nama desa tersebut menjadi tak asing di Sumedang.
Sawo Sukatali Sumedang dibudidayakan di 49 desa yang terdapat di 4 kecamatan yaitu Kecamatan Situraja, Cisitu, Ganeas dan Darmaraja dengan lahan seluas 328 hektar yang terdiri dari kawasan permukiman, pertanian sawah dan ladang serta perkebunan dengan ketinggian 100 – 1.000 meter diatas permukaan laut (mdpl). Batas wilayah administrasi Kecamatan Situraja, Cisitu, Ganeas dan Darmaraja sebagai berikut:
- Sebelah Utara berbatasan dengan Kecamatan Cisarua, Paseh dan Tomo;
- Sebelah Selatan berbatasan dengan Kecamatan Cibugel;
- Sebelah Barat berbatasan dengan Kecamatan Sumedang Selatan dan Sumedang Utara;
- Sebelah Timur berbatasan dengan Kecamatan Jatigede dan Wado.
Kunjungan Inspektur Jenderal Kemenkumham R.I Razilu didampingi Kepala Divisi Pemasyarakatan Kusnali, Kepala Bidang Pelayanan Hukum Ahmad Kapi Sutisna, Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Sumedang Imam Sapti Riadi, Camat Situraja dan Kepala Desa Sukatali di Desa Sukatali (Jum'at, 25/08/2023) merupakan keinginannya pada tahun 2019 ketika menjabat Plt. Direktur Jenderal Kekayaan Intelektual yang belum terwujud dan baru terwujud di tahun 2023 sekarang.
Menjadi suatu kehormatan bisa langsung bertemu dengan MPIG (Masyarakat Perlindungan Indikasi Geografis) serta melihat Budidaya Sawo Sukatali khas Sumedang yang sekarang menjadi komoditas unggulan khususnya masyarakat Sumedang.
Camat Situraja Maman Wasman menyampaikan suatu kehormatan bagi mereka di Sukatali dikunjungi Inspektur Jenderal Kemenkumham R.I. keberadaan Sawo Sukatali sekarang penuh dengan sejarah panjang dimana Masyarakat Sukatali terkenal rajin.
"Alhamdulillah Sawo Sukatali sekarang sudah terkenal sampai kancah Internasional karena meskipun sedikit jumlahnya telah dilakukan ekspor yang semakin waktu semakin meningkat. Keberadaan Indikasi Geografis Sawo Sukatali membuat kami lebih percaya diri," ucap Camat Maman.
Inspektur Jenderal Kemenkumham R.I Razilu menyampaikan "Datang ke Desa Sukatali ini merupakan keinginan saya yang tertunda, Alhamdulillah pada hari ini kita bisa dipertemukan pada acara yang mulia ini. Semoga keberkahan ini bisa menjadi jalan bagi kita untuk bisa terus bersedekah dengan sesama yang Insya Allah akan terus meningkatkan usaha yang telah kita lakukan," ujarnya.
"Penggunaan Logo IG ditujukan bagi mereka yang telah memiliki IG, Jaga Kualitas yang menyebabkan Sawo Sukatali bisa bertahan lama, tegur apabila ada masyarakat di luar MPIG menggunakan Logo IG Sawo Sukatali dan laporkan ke Kemenkumham dan pihak berwajib untuk segera ditindaklanjuti, hal ini dalam rangka melindungi dari niatan jahat pihak luar. Semoga kedepan Masyarakat Desa Sukatali semakin makmur dan berkualitas, dan masyarakatnya semakin dermawan," lanjut Razilu.
Razilu menyempatkan melihat langsung Pohon Sawo hasil Budidaya Masyarakat Desa Sukatali yang terletak di belakang Kantor Desa Sukatali dan membeli Sawo Sukatali secara langsung kepada petani setempat.