Bandung, NAWACITAPOST.COM - Badan Pengawas Pemilu Republik Indonesia sebagai Lembaga Negara yang fokus terhadap mengawal dan memastikan terbangunnya Demokrasi Indonesia dengan integritas tinggi.
Dalam rangka mewujudkan hal tersebut, Bawaslu RI menggelar kegiatan Workshop Pengawasan Partisipatif sebagai upaya suksesi Pemilihan Umum tahun 2024 mendatang berjalan sesuai regulasi.
Hal itu disampaikan oleh Kordinator Divisi Pencegahan, Pengawasan Partisipatif dan Hubungan Masyarakat Bawaslu RI, Lolly Suhenty menyampaikan bahwa pihaknya menggelar kegiatan Workshop dengan harapan mampu mendorong tumbuhnya kesadaran masyarakat untuk bersinergi dengan Bawaslu.
"Workshop kali ini kita punya target yang jelas. Kenapa pendidikan pengawasan partisipatif penting karena jabar dengan pemilih yang tertinggi harusnya juga mampu menjadikan masyarakat lebih berani melaporkan kalau menemukan dugaan pelanggaran pemilu," ujar Lolly Suhenty saat memberikan sambutan, Rabu (5/7/2023).
Dalam kesempatan tersebut, mantan Komisioner Bawaslu Jabar itu menegaskan dengan dilaksanakannya workshop di Provinsi Jawa Barat sebagai tuan rumah, pasalnya Jabar ialah provinsi nomor satu DPT terbesar.
"Sebagai DPT terbesar di Indonesia, jadi bahan pertimbangan kita bahwa kita berharap dengan workshop ini mampu melahirkan Pioneer yang konsen bergerak bersama Bawaslu mengawal semua proses tahapan pemilu," tegasnya.
"Artinya sahabat sahabat sekalian ini adalah pionir. Sahabat sahabat sekalian ini akan punya tanggung jawab menyampaikan hasil workshop nanti terhadap komunitasnya masing-masing," tambahnya.
Lanjut Komisioner Bawaslu RI, program utama adanya pendidikan pengawasan partisipatif khususnya di wilayah Jawa Barat dapat diimplementasikan dalam upaya meningkatkan kualitas demokrasi pemilu yang bernilai integritas tinggi.
Dalam Indeks Kerawanan Pemilu tercatat Provinsi Jawa Barat dalam dimensi Partisipasi sebesar 42,07 persen, sehingga perlu juga diperhatikan secara seksama bagaimana partisipasi masyarakat mampu menghadir nilai positif di Jawa Barat.
"Informasi yang di diskusikan berharap bisa menghasilkan materi mana yang paling pas dengan konteks Jawa Barat yang direalisasikan dan terbangunnya koordinasi yang terus menerus. Maka bentuk workshop menjadi pilihan," tandasnya(Defri Ardiansyah).