hukum

7.789 Rumah Antre, Kuota Dandan Omah Hanya 2.069: Pemkot Surabaya Diminta Bertindak Lebih Selektif

Jumat, 3 Januari 2025 | 14:49 WIB
Aning Rahmawati Wakil ketua Komisi C DPRD Surabaya. (Nawi)

NAWACITAPOST.COM – Wakil Ketua Komisi C DPRD Surabaya, Aning Rahmawati, mendesak Pemkot Surabaya untuk memberikan prioritas pada rumah yang kondisi ketidaklayakannya paling parah dalam program Dandan Omah atau Rutilahu.

Menurutnya, rumah yang nyaris roboh dan membahayakan keselamatan penghuni harus menjadi fokus utama.

"Tim dari Pemkot Surabaya akan menyeleksi rumah-rumah tersebut, kemudian tim teknis yang akan mengerjakan bedah rumah. Namun, jumlah rumah yang antre untuk dibedah ternyata jauh lebih banyak dibanding kuota yang tersedia," ujar Aning Rahmawati, Kamis (2/1/2025).

Saat ini, DPRD Surabaya bersama Pemkot telah menganggarkan program bedah rumah untuk 2.069 rumah warga pada 2025. Namun, total antrean mencapai 7.789 rumah, jauh melampaui kuota yang direncanakan.

Semua data rumah yang mengajukan program ini telah dicatat secara by name by address dari seluruh kelurahan dan kecamatan di Surabaya.

Aning menegaskan bahwa Pemkot harus memprioritaskan rumah dengan tingkat kerusakan paling parah.

"Tim di lapangan, baik dari kelurahan, kecamatan, maupun tim teknis, harus akurat dalam menilai kondisi riil. Program ini tidak boleh salah sasaran," tegas politisi PKS tersebut.

Ia juga meminta agar tidak ada pemotongan atau rasionalisasi anggaran untuk program ini. Menurutnya, rumah layak huni adalah hak dasar setiap warga.

"Rutilahu harus diprioritaskan. Jangan ada kendala birokrasi yang mempersulit mereka yang benar-benar membutuhkan, terutama warga asli Surabaya yang tinggal di rumah sendiri," tambahnya.

Aning menyoroti bahwa di tahun 2025, Pemkot tidak menganggarkan untuk pembangunan Rusunawa, sehingga program Rutilahu harus benar-benar maksimal.

"Tahun ini tak ada anggaran Rusunawa, jadi Rutilahu harus dituntaskan sesuai kuota. Permudah jangan dipersulit," tandasnya.

Sebagai informasi, program Dandan Omah 2025 dirancang untuk membedah 2.069 rumah tidak layak huni di Surabaya. Pemkot telah menyiapkan anggaran untuk memastikan rumah-rumah tersebut menjadi layak huni. ***

Tags

Terkini