hukum

PT. Spectratama Perkasa Pekerja Terakhir Gedung 6 Lantai RSUD Rohul Hingga Mangkrak 6 Tahun, Hasil Audit Tertutup

Senin, 8 Mei 2023 | 00:14 WIB
Foto nawacitapost.com

Rohul, NAWACITAPOST.COM - Terkait besaran Anggaran yang di kuncurkan oleh Pemerintah pada Pelaksanaan Pembangunan Gedung 6 Lantai Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) yang hingga saat ini tidak berfungsi tempat pelayanan kesehatan masyarakat yang sakit, salah satu alokasi anggaran Rp 34 Miliyar Tahap ke tiga, menurut Kepala Dinas Kesehatan Rohul dr. Bambang Tidak masuk.
-

"Anggaran yang di Tahun 2013, seingat saya tidak ada anggaran masuk untuk lanjutan RSUD bang. Terima kasih informasinya,' tulis Kadinkes Rohul
Bambang melalui pesan WhatsApp nya diterima nawacitapost.com Jumat (5/5/2023) malam dengan mengkolom screenshot isi berita.

Saat dikonfirmasi ulang baik melalui pesan WhatsAppnya kembali Sabtu (6/5) pagi, Selamat Pagi Pak Kadis, berarti, Total Anggaran Bangunan Gedung 6 Lantai RSUD Rohul itu hanya 58 Miliar kurang lebih di 3 tahap ya ?

"Kalau yang Rp 34 Miliar itu belum masuk, Terima kasih," dibenarkan Kadinkes Rohul Bangunan Gedung 6 Lantai RSUD Rohul 3 tahap.

Anggarannya yakni, Di Tahun 2011 Pemerintah Pusat Melalui APBN Rp 19.5 Miliyar yang terealisasi bangunan dasar Rp 14.6 Miliar (Tahap Pertama)

Tahun 2012 dilanjutkan pembangunan Tahap 2 anggaran APBN Rp
9. 713.612.000 pemenang tender PT Karyanusa Sukseindo yang beralamat di Kota Pekanbaru nilai penawaran Rp 8. 710.419.000.

Dan pada Tahun 2016 dilanjutkan pembangunan Tahap 4 dana Bankeu Provinsi Riau Rp Rp 34.479.132.285 miliar dengan beberapa perusahaan PT/CV yang ikut tender yang
dimenangkan dan dikerjakan oleh PT. SPECTRATAMA PERKASA dengan penawaran Rp 34.254.000.000.000. Kalau ditotal yang Tiga Tahap tersebut Kurang Lebih Rp 57.8 Miliar, Bukan 82.9 Miliar.

"Anggarannya Tiga Tahap, Dua Tahap APBN dan Bankeu APBD Provinsi Riau Tahun 2016. Auditnya sudah dilaksanakan dan sedang proses untuk bisa dilanjutkan pembangunannya," jelas Kadinkes Rohul.

Untuk diketahui berita sebelumnya, meski sudah mencapai sebesar Rp 82,8 Milyar biaya Pembangunan Gedung berlantai 6 Bangunan baru Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) yang beralamat di Jalan Syekh Ismail Pasirpangaraian Kecamatan Rambah, alami sakit Mangkrak.

Pembangunan RSUD Rohul yang Gedung baru 6 lantai itu dimulai
sejak tahun 2011 lalu. Mirisnya hingga bulan Mei tahun 2023, artinya sudah lebih kurang 10 tahun mangkrak.

Sudah tidak mendukung program pemerintah pusat (Presiden Joko Widodo) untuk peningkatan pelayanan kesehatan masyarakat yang sakit, malah bangunannya dibiarkan sakit Mangkrak sampai tidak dapat ditemukan obatnya lagi.

Terlihat Bangunannya dipagari seng, Masyarakat yang datang berobat hanya bisa memandang dan membicarakan gedung yang megah itu, Mengapa ? Ada Apa ?, Kok Bisa ?.

Sementara itu tidak ada pihak yang bertanggungjawab baik pemerintahnya, tidak ada yang bisa menyampaikan ke publik apa yang menjadi kendala di Bangunan Baru RSUD Rohul itu ?.

Semuanya dinilai bungkam, seperti tak mau tahu, begitu juga Bupatinya tidak pernah berkomentar, meski sudah tahu bertahun tahun gedung ini mangkrak yang sudah menghabiskan anggaran Rp 82,8 miliar.

Adapun anggaran biaya Bangunan Gedung 6 Lantai RSUD Rohul tersebut,
Di Tahun 2011 Pemerintah Pusat Melalui APBN Rp 19.5 Miliyar yang terealisasi bangunan dasar Rp 14.6 Miliar (Tahap Pertama)

Tahun 2012 dilanjutkan pembangunan Tahap 2 anggaran APBN Rp
9. 713.612.000 pemenang tender PT Karyanusa Sukseindo yang beralamat di Kota Pekanbaru nilai penawaran Rp 8. 710.419.000.

Pada tahun 2013 Pemerintah kembali memberikan dana APBN Rp 34 Miliyar untuk lanjutan bangunan Tahap 3.

Dan pada Tahun 2016 dilanjutkan pembangunan Tahap 4 dana Bankeu Provinsi Riau Rp Rp 34.479.132.285 miliar dengan beberapa perusahaan PT/CV yang ikut tender yang
dimenangkan oleh PT. SPECTRATAMA PERKASA dengan penawaran Rp 34.254.000.000.000. namun di tahap 4 tersebut, Bangunan nya pun mangkrak hingga saat ini, dengan total anggaran Rp 8.9 Miliyar, PT. SPECTRATAMA PERKASA pun tidak melanjutkan pembangunannya.

Dikutip dari website Badan Pemeriksaan Keeuangan (BPK) Perwakilan Riau terbit
(8/2/2022) – Perwakilan BPKP Provinsi Riau menerima kunjungan dari Inspektorat Daerah Kabupaten Rokan Hulu, tujuan tersebut dalam rangka ekspose pembangunan Gedung 6 lantai RSUD Rokan Hulu. Inspektorat Rokan Hulu meminta bantuan kepada BPKP untuk melakukan audit pendampingan pembangunan gedung 6 lantai RSUD Rokan Hulu.

Dalam pertemuan tersebut Kepala Perwakilan (Kaper) BPKP Provinsi Riau Fauqi Achmad Kharir menyampaikan BPKP siap membantu Inspektorat dan disertai bantuan dari Tim Teknis. Fauqi juga menyampaikan pengujian desain pembangunan RSUD harus mengikuti Permenkes 56 Tahun 2014.

Sementara Sumber lain menyebutkan, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Riau (Unri) yang melakukan audit fisik dan kualitas bangunan gedung yang menghabiskan dana APBN dan Bankeu APBD Riau sekitar Rp51 miliar itu

Bangunan Rumah Sakit Kabupaten Rokan Hulu yang megah itu pun, terakhir berhembus Khabar, ada ditangani masalahnya oleh Polda Riau, yang dibenarkan Kepala Dinas Kesehatan Rohul dr.Bambang Triono beberapa waktu lalu, namun tidak dirincinya apa masalahnya.

Sementara Stetmen Gubernur Riau H.Syamsur lima tahun yang lalu atas bangunan gedung 6 lantai RSUD Rohul itu Mangkrak, kembali dipertanyakan masyarakat, karena pernyataan orang nomor satu di Riau sudah Lima tahun yang lalu juga tidak ada ujungnya. Ini stetmennya di kutip dalam salah satu akun Yutub wartawan

"Ya, Rumah Sakit Ini Mangkrak, Padahal Rumah Sakit ini terbagus di Riau. Sayang Rumah Sakit nya Mangkrak. Kami sudah sudah koordinasi untuk diaudit dulu, baik audit keuangan dan fisik bangunannya, sehingga secara teknisnya Bupati yang melaporkan kepada kami dan selanjutnya dikonsultasikan ke Aparat Penegak Hukum KPK sehingga tidak ada masalah dikemudian hari," kata Gubernur Riau.

Editor Fahrin Waruwu.

Tags

Terkini

Pria Meninggal Mengapung di Sungai Siak

Jumat, 17 Juli 2026 | 16:25 WIB