Jakarta, NAWACITAPOST.com – Pablo Tyo dan Tyo Pakusadewo adalah sama-sama mantan napi atau warga binaan rutan Polda Metro Jaya, dan Rutan Cipinang dengan kasus sama, narkoba.
Baca Juga : Uya Kuya Kader PAN, Pinjam Tyo Pakusadewo Bicara Bisnis Lapas untuk Dekati PDIP
Pablo menceritakan dalam chanel YouTube Reyben Entertaiment, bahwa kehidupan penjara di rutan cipinang bukan karena petugasnya, tetapi lebih karena narapidana atau warga binannya (WBP) sendiri yang suka berbuat ulah dengan cara mengakali dan menipu, belum lama berselang.
Untuk di rutan Cipinang saja, jumlah petugas hanya 40 orang, sedangkan WBP 4000 orang atau lebih.
Baca Juga : PAN, Uya Kuya, Tyo Pakusadewo, dan Anak Menteri
Pablo menceritakan perihal khusus kelakuan Tyo Pakusadewo selama di Rutan Cipinang. “Oom Tyo itu kenapa masuk di sel isolasi selama 10 hari karena, dites urin hasilnya positif. Dan, bukan hanya sekali tetapi dua kali. Ditambah suka ngamuk-ngamuk gak jelas di dalam rutan Cipinang.
Sementara terkait Jira Foundation. Untuk masuk ke organisasi ini, seseorang harus punya komitmen supaya orang-orang (warga binaan) itu bisa berubah untuk tidak melakukan kesalahan yang sudah pernah dia lakukan, dan bisa menjadi orang yang berguna dikemudian hari setelah WBP keluar dari penjara.
-
“Oom Tyo dan tanpa kecuali untuk masuk di Jira Foundation syaratnya harusnya di tes urin. Hasilnya, Oom Tyo positif,” jelas Pablo.
"Pertanyaannya, Oom Tyo dapat barang haram itu dari mana? Sebab kalau ketahuan petugas rutan Cipinang pasti ditindak, disidak dan dimasukan ke sel isolasi. Bukan sel tikus seperti disebut Oom Tyo. Sel isolasi itu diperuntukan untuk WBP yang telah melakukan pelanggaran berat," termasuk Oom Tyo, kata Pablo menandaskan.
Pablo pun menceritakan kisahnya, bagaimana ia bisa keluar sel kamar penjara dengan berpura-pura sakit jantung, dan petugas membuka sel kamar penjaranya, dan membawanya ke RS, karena petugas Rutan Cipinang tidak mau ada warga binaan yang sakit, termasuk warga binaan harus kondusif selama di rutan Cipinang, tutur Pablo.
Artinya, sangat dimungkinkan 4000 lebih warga binaan di rutan itu, yang terdiri dari pelaku pembunuhan, pencurian, begal, penipuan dan kejahatan lain, selalu berpotensi untuk mengakali atau menipu petugas.
Jadi soal adanya, peredaran narkoba di rutan itu tidak benar dan tidak dilegalisasi. Jadi Pernyataan Tyo ini mengada-ngada, pungkas Pablo.