hukum

Sumut Lahan Subur bagi Teroris? Diduga Gubernur Sumut Edy Rahmayadi Diam Tanpa Penjelasan

Rabu, 21 Desember 2022 | 14:57 WIB
Tim Densus 88 menangkap terduga teroris

Jakarta, NAWACITAPOST.COM – Setiap ada penangkapan teroris diberbagai daerah di Indonesia, Sumut pasti disebut oleh Humas Mabes Polri.  Penyebutan itu didasarkan pada temuan yang dilakukan Tim Densus 88 Mabes Polri.

Baca Juga : Dua Terduga Teroris Jamaah Islamiah Ditangkap Densus 88, Ada Apa dengan Sumut?


Sebelumnya, tahun 2020 dan 2021, puluhan orang di Sumut, juga diamankan terkait radikalisme.

Dikaitkan dengan pasca bom bunuh diri di Polsek Astananyar Kota Bandung. Tim Densus 88 berhasil mengamankan 24 terduga teroris. “Enam orang kita amankan dari wilayah Jawa Barat, 7 orang dari wilayah Jawa Tengah, dan 11 orang dari wilayah Sumatera Utara," kata Sigit di Istana Negara, Jakarta, Senin (19/12/2022).

Salah satu dari 3 daerah yang disebut orang nomor satu di Kepolisian itu, Sumatera Utara (Sumut). Pertanyaannya, ada apa dengan Sumut?

Salah satu pijakannya, adalah Pikada Sumut pada tahun 2018. Edy Rahmayadi saat kampanye kala itu, di kelilingi orang-orang yang memang tidak sejalan dengan Pemerintahan Pusat (baca : Presiden Jokowi).

Sebut saja Amien Rais, Gatot Nurmantyo, Ustad Abdul Somad (UAS) dan organisasi FPI kala itu, merupakan pendukung utama kampanye kemenangan Edy Rahmayadi sebagai Gubernur Sumut.

Nama dua terakhir, kerap dalam ceramahnya cenderung mengajak para pengikutnya untuk tidak sejalan dengan Pemerintah.

Sumut Lahan Subur bagi Teroris, Gubernur Sumut Edy  Rahmayadi Diam Tanpa Penjelasan

Sehingga boleh dikatakan, Sumut lahan subut bagi terroir. Anehnya, Gubernur Edy Rahmayadi mendiamkan penangkapan teroris diwilayahnya dengan diam.

Tags

Terkini