Rohul, NAWACITAPOST.COM - Jeritan Hati Dahlia (Ina Sadari Lahagu) 47:tahun didampingi suaminya Suduhati (Ama Sadari Nduru) 42 tahun setelah sudah melapor di SPKT Polres Rohul.
Ia mengaku dengan bahasa Nias, anak perempuan mereka dibawah umur sebut saja "Bunga' bukan nama sebenarnya umur 15 tahun alami korban Dugaan Perkosan di sebuah rumah Warga di wilayah Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Provinsi Riau.
Pada laporannya di Polres Rohul itu, Orang tua Korban beralamat KK dan KTP Dusun Sei Bunut, Desa Tanjung Belit, Kecamatan Bangun Purba domisili Di Tulang Gajah, Desa Pematang Berangan, sesuai Surat Tanda Terima Laporan Polisi (STPL) Nomor : 230/X/2022/Res Rohul/Riau dan saat itu juga di visum
"Tentang Peristiwa Pidana UU Nomor 17 Tahun 2016 tentang penetapan PERPU Ke 1 Tahun 2016, Perubahan ke 2 UU nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak Pasal 81 UU 17 Tahun 2016 Tanggal 21 November 2022 dan sudah di bawa di Rumah Sakit Surya Insani katanya di Visum".
Orang Tua Korban Dahlia kepada wartawan Jumat (2/12/2022) di Jalan lingkar Desa Suka Maju, mereka dari Moko Polres Rohul menjumpai polisi guna mananyakan laporan dan menyampaikan keluhan saat ini anak mereka diduga alami sakit kemaluan hingga lubang buritnya akibat dugaan terkait laporan nya itu dan ia pun meminta untuk dibawa berobat hingga visum ulang.
"Kami dari Polres Rohul jumpai Polisi menanyakan laporan dan minta anak saya dibawa berobat dan visum lagi. Kemaluan dan lubang burit anak saya alami kesakitan dan berair," ungkap Dahlia dan akuinya sudah menerima Surat SP2HP beberapa hari lalu.
Akuinya pada laporanya di SPKT Polres Rohul, dirinya sudah diambil keterangan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) dan ia sudah tanda tangan beberapa kali sesuai pengakuan anaknya kepadanya yang ia sampaikan ke Ibu Polisi yang tanya.
"Bahkan mereka sudah ke rumah yang disebut anak saya itu bersama beberapa orang Polisi Polres Rohul di hari Jumat tanggal 25/11/2022 dan ditujukan anak saya rumah itu kepada Polisi, saya dan suamiku menunggu dimobil sesuai arahan Pak Polisinya. Rumah warga Bernisial Pak T di Wilayah Desa Pasir Agung, Kecamatan Bangun Purba tersebut,"kata Ibu Korban membeberkan.
Ia pun menceritakan pada hari Sabtu tanggal 19/11/2022, pagi, mereka pergi dengan menggunakan Sepeda Motor berkunjung kerumah keluarganya di PT KAS Kecamatan Ujungbatu.
"Waktu itu Anak kami titip di tempat keluarga yang bermarga Lase, ditempat kami selama ini sebelum pindah di rumah kontrak sekarang di Tulang Gajah Desa Pematang Berangan," tuturnya.
Dahlia juga mengakui kerja mereka bersama Lase itu selama ini, baik waktu satu rumah dengan Lase red di Dusun Sei Bunut, Desa Tanjung Belit, hanya keliling-keliling Jalan kaki mencari barang -barang bekas (Cari Kara-kara) untuk kebutuhan makan mereka sehari-hari sampai dengan saat ini.
"Namun karena ada urusan penting di tempat keluarga kami di PT KAS di hari Sabtu malam itu, kami baru pulang hari Minggunya tanggal 20/11 sore dan mereka jemput lagi anaknya di Rumah Lase namun anaknya kata Lase sudah pergi sejak hari Sabtu itu, sehingga kami pergi ke Rumah di Tulang Gajah, Desa Pematang Berangan," sambung Ina Sadari.
Lanjutnya, sesampai mereka dirumah mereka di Tulang Gajah Desa Pematang Berangan, dirinya bersama suaminya merasa kaget, anak mereka bunga sudah sampai di Rumah mereka, saat itu anaknya sedang duduk seperti merintih kesakitan dirumah tetangga.
"Sehingga saya tanya mengapa nak, jawab anaknya bahasa , sakit sambil menunjuk-nunjuk kemaluannya. Ada orang tidak dikenal yang membawanya pergi dari Simpang Jalan Babussalam-Jalan Tuanku Tambusai naik honda, ia dibawa disebuah rumah warga, ada nenek, om, saat itu dirumah itu anaknya memang dikasih makan. Habis makan tidak lama anaknya itu dibawa ke kamar rumah itu sama nenek, dalam kamar itulah kejadian cerita anaknya, om, om, dua tunjuk-tunjuk kemaluannya dengan dua jarinya beritahu ke saya",
"Dan sore hari Sabtu itu juga Om katanya yang antarnya pulang di Simpang jalan Tulang Gajah Simpang, baru anaknya jalan kaki sampai kerumah kami dan tetangga yang bantu anak kami malan itu," cerita Dahlia.
"Saat itu yang bantu anak kami itu untuk disuruh mandi, tetangganya bernama Sari. Kata sari, itu celana dalam nya, saat itu kami kaget, celana dalam yang di pakainya waktu hari Sabtu itu ada darah dan sudah kami serahkan kepada Polisi yang meriksa saya di Mako Polres Rohul," tambahnya lagi
Atas pengakuan anaknya itu dengan kurang-kurang jelas bicara kerena ada sakitnya, Lanjut Ina Sadari, Sore hari Minggu Tanggal 20/11 itu mereka bertiga bersama anaknya yang nunjuk jalan memastikan kebenaran rumah yang diceritakan itu arah Tangun sebelum Kecamatan Bangun Purba simpang DK 1 jalanya masuk. Dimana rumah Om Orang Tidak Dikenal namanya yang membawanya tersebut dan yang punya rumah sudah kami tanya dan ada nenek-nenek dirunamah itu membenarkan.
"Anak kami ini ada sakitnya kurang jelas kalau bicara, pernah sakit paru-paru saat kecil. Hanya ia sebut kepada kami dua, dua sambil tunjukan jarinya, itu rumah Om, Om, sambil tunjuk-tunjuk kemaluan dan burinya sakit gitu, saat kami tanya kepadanya," cerita Dahlia merasa bingung bercampur geram dan sedih. Sehingga besok hari Senin Tanggal (21/11/2022) mereka laporkan di Polres Rohul, hari Selasa nya tetangga kami Sari juga sudah memberikan keterangannya
"Awalnya kami kaget setelah tahu juga diceritakan tetangga mereka yang bernama Sari ada darah di celana dalam anaknya waktu itu saat setelah mereka baru pulang dari tempat keluarga di PT KAS Kecamatan Ujungbatu, hari Minggu tanggal (20/11/2022) siang, malam Minggu itu tidur dirumah Sari. Anak saya pulang sore hari Sabtu diantar Om kata anak saya,"kata Ibu Korban lagi meretapi nasib anaknya yang alami sakit itu.
Orang tua Bunga yang orang susah, hanya kerja cari barang-barang bekas dijalan-jalan dan tidak tau membaca, tidak sekolah, rumah kontrakan berharap Polisi Polres Rohul dapat mengungkap apa yang dialami anaknya tersebut.
Ia juga sudah melaporkan di Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PPA) Rohul memohon pendampingan dan pertolongan yang bisa pak. Tolong lah kami Pak Kapolres Rohul Pak Bupati Rohul
"Kami minta tolong pak, anak saya alami sakit kemaluan nya hingga bau, lubang buritnya juga alami kesakitan, tolong kami orang miskin ini." tutup Dahlia berharap laporan nya itu ada penjelasan sesuai fakta apa adanya.
Editor Fahrin Waruwu.