Palu, NAWACITAPOST.COM – Menjadi Narasumber pada Dialog Interaktif pada program Pro 1 Radio Republik Indonesia (RRI) Palu, Kepala LPKA Palu, Revanda Bangun, Bahas Pola Pembinaan Bagi Anak yang Berhadapan dengan Hukum (ABH) di LPKA Kelas II Palu, Rabu, (23/11) pagi.
Baca Juga : LPKA Palu Ikuti Pendampingan Pengisian Aplikasi SIMEP Perlindungan Anak
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Lembaga Penyiaran Publik (LPP) RRI Palu tersebut menghadirkan tiga tokoh Narasumber yaitu Kepala LPKA Kelas II Palu, Revanda Bangun, Dewan Pengawas Radio Republik Indonesia, Mohamad Rohanudin serta Psikolog Klinis Remaja, Mohammad Basir, dan berpusat di Ruangan Aula Blok Hunian LPKA Palu serta disiarkan langsung melalui kanal Youtube RRI Palu serta siaran Radio pada frekuensi 90,8 FM.
-
Dengan bertajuk “Anak Dalam Jerat Hukum”, Revanda pun membeberkan berbagai hal terkait pembinaan yang diberikan kepada seluruh Anak Binaannya, dari bidang Keagamaan, Keterampilan Kewirausahaan, Pendidikan Formal dan Non Formal, Kepramukaan, Kesehatan hingga beberapa program pembinaan lainnya.
“Anak-anak disini sangat kami dorong untuk hidup disiplin, dari sejak pagi hingga malam mereka semua telah terjadwal untuk mengikuti segala program pembinaan, dan hal ini sangat berdampak baik bagi sikap dan perilaku mereka saat ini,” jelas Revanda.
Ia menjelaskan bahwa suksesnya program pembinaan yang diberikan tersebut sangatlah berkaitan erat dengan peran dan dukungan dari berbagai pihak terkait baik unsur Pemerintah hingga Organisasi Kemasyarakatan.
“Suksesnya pembinaan kepada mereka semua adalah bentuk dari suksesnya sinergitas kita semua yang tiada hentinya memberikan dukungan dan perhatian kepada anak-anak ini, merekalah yang akan melanjutkan perjuangan kita, kita harus siapkan dengan baik hal itu,” ujarnya.
Sementara itu, pertama kali memasuki lingkungan LPKA Kelas II Palu, Basir mengaku merasa sangat senang atas suasana nyaman yang tercipta di LPKA Kelas II Palu, ia juga menerangkan bahwa hal tersebut dapat menunjang dari keberhasilan pembinaan kepada setiap anak.
“Pertama kali masuk disini, saya sangat merasa senang dan nyaman, dari hal ini sangat berdampak baik kesehatan mental serta bagi keberhasilan pembinaan kepada anak-anak kita, semoga hal baik ini dapat lebih ditingkatkan,” terangnya.
Senada, Rohanudin juga mengaku sangat terkesan dengan pola pembinaan kepada seluruh anak hingga pada sarana prasarana di LPKA Kelas II Palu.
“Saya sangat terkesan dengan pola pembinaan dan sarana disini yang sangat baik yang membuat anak-anak disini tidak merasa dihukum dan mereka dapat bertumbuh dengan baik, saya harap mereka dapat belajar dengan baik, jadilah anak bangsa yang penuh dengan prestasi,” kata Rohanudin.
-
Pada kesempatan tersebut, Anak Binaan pun juga turut mengutarakan berbagai keinginan dan harapannya kepada para Narasumber, yang hampir semuanya berharap agar ketika keluar dari LPKA Kelas II Palu dapat diterima dengan baik ditengah-tengah masyarakat serta bertekad untuk berubah guna membanggakan kedua orangtuanya.
“Kami disini bertekad untuk berubah menjadi lebih baik, kami sangat rindu kepada orangtua kami, kami juga ingin masyarakat diluar sana dapat menerima keberadaan kami tanpa melihat latar belakang kami, semoga dengan suara ini, Pemerintah dan Masyarakat diluar sana dapat mendengarnya, tidak ada sedikit pun niat kami untuk berbuat jahat, kami ingin menjadi lebih baik,” tutup salah seorang anak binaan LPKA Palu. (Asr)