hukum

Dukung Penuh Program Reintegrsi Sosial Untuk Anak Kasus Terorisme, Kepala LPKA Palu Ikuti Pelatihan Lokakarya Hari Ke-2 Bersama UNODC

Kamis, 10 November 2022 | 11:21 WIB
Kepala LPKA Palu Ikuti Pelatihan Lokakarya Hari Ke-2 Bersama UNODC

Palu, NAWACITAPOST.COM Kepala LPKA Palu kembali mengikuti Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Lokakarya hari ke-2 bersama United Nations Office on Drugs and Crime (UNODC) tentang Rehabilitasi dan Reintegrasi sosial untuk anak-anak yang terindikasi dalam kasus terorisme, Rabu, (9/11). Bertempat di Swiss Bell Inn Hotel Bogor, Jawa Barat.

Baca Juga : Rencanakan Program Rehabilitasi Dan Reintegrasi Sosial Kepada Anak Kasus Terorisme, Kepala LPKA PALU Ikuti Pelatihan Bersama UNODC

Pada pegelaran diklat hari kedua tersebut dibahas mengenai Program Global UNODC untuk mengakhiri kekerasan terhadap anak serta  mencegah ekstremisme yang mempengaruhi anak-anak untuk menjadi bagian dari asosiasi ataupun memiliki paham terorisme.

Lebih lanjut dalam pembahasan tersebut, seorang dokter dari UNODC, Julia, meberikan materi tentang perencanaan Rehabilitasi dan Reintegrasi untuk anak yang terpapar paham radikalisme beserta kerangka ekologi dalam manangani anak yang terasosiasi kedalam kelompok radikal atau terorisme dengan tiga pendekatan yaitu mikro, meso, dan makro.

“Dalam menangani anak yang terpapar paham terorisme kami masukkan tiga pendekatan yang bisa membantu anak terhidar dari paham tersebut, adapun ketiga pendekatan itu adalah mikro, yaitu pendekatan kepada pribadi atau individu si anak, yang kedua meso, yaitu pendekatan kepada anak melalui pihak ketiga seperti keluarga dan komunitas terkait yang membidangi anak, kemudian yang terkahir ialah Makro, dimana pada pendekatan ini negara yang berperan dalam membuat skema besar untuk menghindarkan anak dari paham terorisme,” jelasnya.

Kepala LPKA Palu, Revanda Bangun, pada kesempatan tersebut mengutarakan pendapatnya bahwa dalam melakukan assesment atau menjalin empati perlu diperhatikan perilaku serta penampilan awal kita, karena itu sangat menentukan kesen pertama anak-anak sebagai penunjang komunikasi yang baik kepada mereka.

“Saat melakukan assessment dan berinteraksi bersama mereka kita sangat perlu memperhatikan bagaiamana kita berpenampilan dana bagaiman gaya Bahasa kita serta perlakuan kita, ini menjadi sangat penting karena pertama kali ditangkap seorang anak dalam pikiran adalah apa yang dia lihat,” ujarnya.

Selain itu, dirinya pun menambahkan selain dari diri kita secara pribadi, peran dari berbagai pihak termasuk stakeholder terkait akan sangat membantu jalannya program ini.

“Dalam mendukung percepatan rehabilitasi dan reintegrasi anak yang terpapar paham radikalisme itu juga yang tidak kalah penting adalah dukungan penuh dari seluruh stake holder  terkait dalam pengambilan Kebijakan serta Intervensi yang baik untuk Anak yang terpapar paham Radikalisme tersebut,”

Dengan mengikuti diklat reintegrasi sosial anak yang terpapar terorisme ini menjadi bentuk keseriusan LPKA Palu dalam kontribusi penanggulangan paham terorisme di Indonesia dan secara khusus kepada anak. (ant)

Tags

Terkini