hukum

Gelar Executive Programme, AHBI Konsisten pada Pendidikan Khusus Pengacara

Sabtu, 22 Oktober 2022 | 22:08 WIB
Ketua AHBI DPW Jawa Timur & Bali, DR. Gideon Setyo. B, MS, CFrA, CTC.,

Surabaya NAWACITAPOST - Akademi Hukum dan Bisnis Indonesia (AHBI) kembali menggelar Executive Programme atau Pendidikan khusus Pengacara Perpajakan angkatan IV DPW Jatim-Bali selama 4 hari, 20-23 Oktober 2022.

Ditemui disela giat yang digelar di Harris Hotel Surabaya ini, Ketua AHBI DPW Jawa Timur & Bali, DR. Gideon Setyo. B, MS, CFrA, CTC., memastikan kedepan AHBI akan tetap konsisten pada pendidikan khusus pengacara.

Pendidikan khusus pengacara, terang Gideon, fokus terhadap 7 produk, mulai dari pengacara perpajakan Indonesia sampai masalah kepailitan.

Dalam perkembangannya, semua itu secara ideal akan dikembangkan sesuai dengan visi misi dari dewan pimpinan pusat nasional yakni Petrus Loyani, yang tetap mengharapkan pengembangan pendidikan khusus terhadap 7 produk tersebut.

Meski demikian, setiap bulannya bisa saja dinamis, artinya bisa menyesuaikan dengan keinginan masyarakat.

"Dalam perkembangan 3-4 bulan terakhir, banyak yang menginginkan fokus kepada perpajakan," terang Gidion.

"Jadi pendidikan khusus perpajakan itu akan kita coba Terus kembangkan, namun juga tidak menutup kemungkinan pendidikan-pendidikan khusus yang lainnya juga akan kita kembangkan sesuai dengan permintaan pasar atau temen-temen yang menginginkan pendidikan khusus sebagai pengacara," sambung Gidion yang juga seorang dosen di perguruan tinggi negeri di Surabaya ini.

Gidion kembali menerangkan bahwa, pendidikan khusus pengacara tidak harus berlatar belakang sarjana Hukum, tapi juga bisa untuk sarjana yang sifatnya bisnis seperti akutansi, ekonomi pembangunan, manajemen, administrasi bisnis, dan juga ilmu sosial yang lain.

"Datang ke kami, DPW AHBI Jatim-Bali, untuk bersama-sama kita menyelenggarakan pendidikan khusus itu," ajaknya.

Teknisnya, apabila disuatu daerah ada 8-10 peserta, maka bisa diselenggarakan di daerah tersebut. "Jadi tidak harus ada di Surabaya. Bisa saja di Probolinggo, Banyuwangi, atau yang lain, kalau animonya memungkinkan bisa diselenggarakan di daerah dimana peserta itu berada baik di Jawa Timur maupun Bali," jelas Gidion.

Di Surabaya, menurut Gidion, dalam perkembangan terakhir bisa terselenggara setiap bulan. "Intinya di Surabaya setiap bulan diselenggarakan pendidikan khusus. Jadi motivasi kuat peserta tidak semerta-merta kita patahkan untuk harus melakukan pendidikan khusus di Surabaya," tandasnya. (BNW)

Tags

Terkini