Bandung, NAWACITAPOST.COM – Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Jawa Barat ikuti Rapat Persiapan Teknis Tes Kesamaptaan dalam rangka Persamaan Persepsi Pada Seleksi Penerimaan Taruna/Taruni Sekolah Kedinasan POLTEKIP dan POLTEKIM Tahun Anggaran 2022 secara virtual. Pada hari ini Rabu (14/09/22) yang bertempat di Ruang Sahardjo.
Baca Juga : Kemenkumham Jabar Jadikan Ikrar Setia NKRI Bagi Napiter Sebagai Bentuk Keberhasilan Pola Pembinaan Di Pemasyarakatan
Tampak hadir Kepala Subbagaian Kepegawaian, Tata Usaha dan Rumah Tangga Yana Rubiyana, sejumlah JFT Analis Kepegawaian dan staf.
Menindaklanjuti Pengumuman nomor SEK.2.KP.02.04-74 tentang Kelulusan Tes Kesehatan pada Seleksi Penerimaan Calon Taruna/Taruni Sekolah Kedinasan Politkenik Ilmu Pemasyarakatan (POLTEKIP) dan Politeknik Imigrasi (POLTEKIM) Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Tahun Anggaran 2022, maka panitia pun memutuskan beberapa hal dan melaksanakan rapat persiapan teknis Tes Kesamaptaan.
Tes Kesamaptaan akan dilaksanakan di 15 (lima belas) titik lokasi dimana lokasi Jakarta mencakup wilayah DKI Jakarta, Banten, D.I Yogyakarta, Jawa Timur, Jawa Tengah dan Jawa Barat.
-
Pada kesempatan ini, Kepala Biro Kepegawaian Sutrisno selaku Ketua Panitia itu menegaskan, “Panitia harus bertindak adil kepada seluruh peserta Tes Kesamaptaan, jangan pilih kasih agar Tes Kesamaptaan ini dapat berjalan lancar dan kondusif serta kita tidak menerima pengaduan/zero complain” tegasnya kepada seluruh peserta rapat.
Panitia pun berencana menyelenggarakan Tes Kesamaptaan lokasi Jakarta selama 2 hari pada tanggal 20-21 September 2022 di Stadion Heri Sudrajad MAKO KORBRIMOB KEPALADUA. Dalam pelaksanaannya nanti, kemungkinan jumlah peserta akan dibagi menjadi 2 dan dipecah lagi menjadi 6 kelompok peserta.
Panitia ataupun penguji diwajibkan untuk memberikan arahan yang berkaitan dengan pelaksanaan secara jelas kepada peserta, melakukan absensi kehadiran peserta dan tidak lupa memimpin senam pemanasan sebelum dimulainya tes. Di samping itu, penguji harus menguji dan menilai sesuai dengan pentahapan (urutan) dalam seleksi kesamaptaan, mencatat hasil nilai pada kertas nilai sesaat setelah masing-masing item seleksi dilaksanakan sehingga setiap peserta dapat mengetahui hasil nilainya. Panitia pun dilarang merokok, bercanda, berkata kasar, KKN, membawa Handphone dan keluar masuk di area ujian berlangsung.