Riau, NAWACITTAPOST.COM - Miris, ada kurat lebih 250 Kepala Keluarga diduga menjadi Korban Penipuan atau penggelapan dengan iming-iming modus akan mendapatkan lahan kebun kelapa sawit Sertifikat Tanah Obyek Reforma Agraria (Tora).
Yang mana sertifikat ini merupakan jenis spesial yang lahir dari Program Tanah Obyek Reforma Agraria (Tora). Dengan Program Tora ini, kebijakan redistribusi tanah untuk rakyat telah menunjukkan progres yang konkret dan program unggulan Presiden RI Joko Widodo.
Hal ini dibenarkan oleh Rahmat Warga Flamboyan Kecamatan Tapung dan Rohman Warga Sumber Makmur, mereka diduga ditipu sebesar Rp 200 Juta lebih. Uang tersebut mereka serahkan yang mengaku pengurus bernama Triadi dan Naibaho. Dari mereka yang berjumlah 25 orang uangnya kurang lebih Rp 2.5 Miliar.
"Kami diisuruh kami membeli lahan dan menyerahkan uang dua orang kami ini kepada Triadi Rp 200 Juta lebih, yang katanya mengurus sertifikat Tora lahannya dari PTPN V, Sertifikat Tora yang sibagi-bagi Bapak Presiden Joko Widodo itu pak," kata Rahmat dan Rohman kepada Nawacita TV Jumat 26 Agustus 2022 di SP 3 Tapung Hulu.
Diakui Rohman, pembelian lahan yang diiming-iming itu, sejak tahun 2019 Lalu, memang tidak ada surat jual beli lahan tersebut antara mereka. Lahannya di Wilayah Simama nenek Tapung Hulu yang diwilayah PTPN V. Ada kurang lebih 500 hektar untuk dibagikan kepada mereka, itu yang disampaikan Triadi red. Setelah uang mereka sudah diterima, Triadi dan Naibaho sampai saat ini tidak aktif lagi dua nomor telepon mereka. Alamat mereka juga mereka red tidak beritahu.
"Untuk penyerahan uangnya hanya ada sebagian bukti, ada di transfer ke rekening bank ada juga pakai kwintasi. Kami jumlah kurang lebih 250 orang. Hingga kini lahan kami tidak tahu dimana dan sertifikat Toro juga tidak ada kami terima," beber keduanya selaku korban.
Rahmat dan Rohman akan melapor kan hal yang mereka alami ini ke Aparat Penegak Hukum (APH).
"Kami korban kumpulkan bukti yang ada di 250 orang dan akan menempuh jalur hukum." Tegas Keduanya.
Awak media pun mencoba mengkonfirmasi Nomor HP Triadi yang diberikan Rahmat, memang tidak bisa lagi dihubungi.
Editor Fahrin Waruwu