hukum

Pesisir Barat Sumatera Rawan Teroris, Termasuk Kepulauan Nias

Senin, 28 Maret 2022 | 13:21 WIB

Jakarta, NAWACITAPOST.COM – Jika melihat peta penangkapan teroris yang dilakukan Tim Detasemen Khusus (Densus) 88  Mabes Polri. Tiga (3) bulan, yaitu sejak Januari – Maret 2022. Pulau Sumatera, terutama pesisir Baratnya menyumbang paling besar, teroris yang ditangkap. Jumlahnya mendekati 50 persen dari 74 orang secara keseluruhan.

Baca Juga : Fadli Zon Menyumbang Teroris


Teroris yang ditangkap dan mungkin Sebagian ada yang dilumpuhkan. Terafiliasi dengan tiga (3) elemen. Alqaeda, ISIS, dan Negara Islam Indonesia (NII).

Baca Juga : Bela Munarman Terpidana Teroris, Immanuel Ebenezer Dipecat sebagai Komisaris BUMN


Paling anyar 16 orang itu, ternyata berafiliasi dengan NII. Yang mana pimpinanannya Kartosuwiryo sudah di hukum mati tahun 1962. Tetapi jumlah pengikutnya masih ada, dan bermukim serta menyebarkan paham ini di Sumbar.

Seperti kita ketahui, Sumbar di sebelah barat pesisir. Selain berbatasan dengan samudera Hindia, juga dengan Kepulauan Nias (Kepni). Mungkin juga, celah masuk dari Kepni bisa dijadikan alternatif untuk sampai Sumbar, dan sebaliknya. Itu dimungkinkan, karena jalur transportasi umum (laut) jarang terjadi. Hal ini yang diduga dimanfaatkan para teroris, untuk sampai Sumbar sebagai sarangnya, untuk melakukan perencanaan dan aksinya.

Kembali ke NII. Kabarnya lagi belasan yang ditangkap Tim Densus 88, rencananya akan melakukan aksi meledakan Gedung DPR.

Namun, kesigapan, kecermatan, kecapatan dan tentu kecerdasan Tim Densus 88 bisa menghentikan aksi bejat ini.

Lalu, bagaimana jadinya, jika Tim Densus 88 dibubarkan, seperti disuarakan seorang angota DPR, Fadli Zon. Bisa jadi, eksekusi ledakan akan benar-benar terwujud.

 

Tags

Terkini