Mentawai, NAWACITAPOST.COM - Kabar duka datang dari warga Desa Maileppet, Kecamatan Siberut Selatan, Kabupaten Mentawai dihebohkan dengan penemuan sesosok mayat bocah dengan kondisi kepala nyaris terputus, Senin, (31/2/202) siang, di salah satu ladang warga setempat. Hingga kini, belum diketahui penyebab meninggalnya anak yang berjenis kelamin perempuan usia 4 tahun tersebut.
Baca Juga : Gelar Vaksin Anak di SDN 18 Pasakiat Taileleu, Ini Tujuannya
Namun, kuat dugaan, kematian bocah tersebut, bukan kematian yang wajar. Selain itu, bahu kirinya anak tersebut, juga terdapat bekas luka benda tajam. Diperkirakan, kondisi jasad korban sudah meninggal selama 2 atau 3 hari.
Kapolsek Siberut, Iptu Desmetri mengatakan, bahwa, kejadian tersebut, dilaporkan oleh Gengsawadi, 29, seorang warga Maileppet. Dimana, pada saat sampai di ladangnya, dia menemukan aroma busuk dan mencari sumber aroma.
“Ketika mendapati kondisi jasad seorang bocah yang sudah membusuk mengenakan baju warna coklat dan celana panjang warna biru, langsung melaporkan ke Mapolsek Siberut. Saat tim URC turun dan memastikan bahwa, jasad tersebut, seorang bocah bernama Regensia usia 4 tahun yang sempat dilaporkan hilang,” ungkapnya.
Setelah dilakukan teknik identifikasi dasar dan pengambilan sidik jari oleh tim URC sudah dipastikan jasad tersebut, bernama Regensia usia 4 tahun. Usai, ditemukan dan dilakukan identifikasi, pihak keluarga meminta untuk segera menyelenggarakan proses pemakaman.
Kasat reskrim Polres Mentawai, Iptu Doni Putra mengatakan, bahwa, kejadian tersebut, jelas mmengandung unsur tidak pidana. Pihaknya mengatakan, akan mengembangkan penyelidikan lebih lanjut, hingga bisa mengungkap siapa pelaku dan motif pembunuhan tersebut.
“Berdasarkan olah TKP yang dilakukan oleh tim URC Polsek Siberut, dapat kita simpulkan, kalau bocah tersebut, mati dalam keadaan tidak wajar. Aroma tindak pidana pembunuhan sudah tercium di sana. Sekarang, kami akan kembangkan. Untuk sementara, kita masih menunggu hasil visum dari dokter yang menangani,” katanya
(Sudieli Hulu)