hukum

Sukacita Natal Oikumene Kemenkumham Sulteng

Rabu, 19 Januari 2022 | 11:53 WIB

Palu, NAWACITAPOST – Warga Kristen Pengayoman (WKP) Kanwil Kementerian Hukum dan HAM Sulawesi Tengah (Kanwil Kemenkumham Sulteng) ikuti perayaan Natal Persekutuan Oikumene yang bertemakan “Cinta Kasih Kristus Yang Menggerakan Persaudaraan” secara Virtual melalui Zoom Meeting pada Sabtu (15/01/22).

-


Berpusat di Hotel Mulia Senayan Jakarta, kegiatan dihadiri langsung oleh Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) R.I, Yasonna Hamonangan Laoly. Ibadah ini merupakan wujud nyata sukacita Natal dari cinta kasih Kristus untuk dunia ini dan kiranya dapat membawa sukacita untuk banyak orang, dan juga sesungguhnya juga membuktikan bahwa Kasih dan Kuasa Tuhan teramat besar kepada umat-Nya yang selalu melindungi dan mendorong kita di sepanjang tahun meskipun dihadapkan dengan situasi pandemi Covid-19.

-


-
Tidak hanya diikuti oleh pegawai yang beragama Kristen, dalam kegiatan yang diikuti secara daring pada Bangsal Garuda Kanwil Kemenkumham Sulteng tersebut turut diikuti oleh Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kemenkumham Sulteng, Lilik Sujandi, Plt. Kepala Divisi Keimigrasian, Agung Astrawinata, Kepala Subbagian Humas dan RB, Asman, turut hadir Ketua Pengurus WKP, Johnson Kalangie, Kepala Urusan Kepegawaian dan TU, Abraham Hariyanto, Plt. Kepala Rutan Donggala, Johanis Tangkudung, dan Kepala Lembaga Pembinaan Khusus Anak, Revanda Bangun.

-


Ibadah ini juga berlangsung khusuk diramaikan dengan sukacita dan puji-pujian yang bernuansa Natal. Diharapkan dapat menjadi tuntunan bagi umat Kristiani di lingkungan Kanwil Kemenkumham Sulteng untuk menjadi teladan dalam mengasihi sesama serta mempererat persatuan dan persaudaraan.

-


Diakhiri dengan sesi foto bersama oleh Kakanwil, yang menyampaikan agar seluruh pegawai tetap menjaga toleransi dalam beragama.

“Perbedaan bisa menjadi energi positif untuk membangun nilai toleransi guna mewujudkan negara yang adil dan sejahtera, spirit inilah yang dijaga dan digunakan sebagai alat untuk merajut benang-benang kesatuan yang mungkin sedang koyak atau sedikit bolong. Spirit yang mengikis kesalahan persepsi atas perbedaan dan mengubah perbedaan itu menjadi intangible asset (asset tak berwujud-red) yang suatu saat memberikan benefit tak ternilai. Jangan ada lagi pengotakan dan istilah-istilah yang bisa ditelikung dalam tafsir guna memecah belah,” tegas Kakanwil.  (Emrick)

https://youtu.be/m5KqukCtovc

Tags

Terkini