Usai lulus dari Akpol tahun 2010 (Dharma Ksatria), Rezeki Revi Respati melanjutkan pendidikan akademisnya. Diketahui, ia lulus kuliah S1 Hukum di Untag, S1 PTIK, dan menyabet magister sains (M.Si) atau S2-nya di Universitas Indonesia.
Meskipun aktif berorganisasi di kepanduan, rupanya saat kecil Kompol Respati memiliki cita-cita menjadi seorang pilot. Namun keinginan untuk menjadi seorang polisi datang saat ia duduk di bangku sekolah menengah atas (SMA).
Cita-citanya berubah dari seorang pilot ke polisi ternyata gara-gara keseringannya menonton film action dan terinspirasi pasukan polisi khusus AS.
"Sebelumnya cita-cita menjadi Pilot, namun karena sering menonton film action dan terinspirasi pasukan polisi khusus AS (SWAT) dan FBI kemudian tertarik untuk menjadi Polisi," akunya.
Selama bertugas dan berkarir di kepolisian, sejumlah pengalaman dan prestasi pernah ia torehkan mulai dari Juara 1 Nasional Lomba Ketangkasan Brigade Mobil, Terjun Payung Freefall di Pondok Cabe; pernah mengejar Tersangka ke China dan berkoordinasi dengan Interpol dan Atase Indonesia di China; Menertibkan Mafia Tanah di wilkum Polda Metro Jaya.
Namun penanganan kasus yang menjadi salah satu momentum untuk lebih maju dan berbuat lebih baik saat dirinya menangani kasus ilegal mining (tambang ilegal) dan mafia tanah.
"Saat bertugas sebagai Satgas Khusus Ilegal Mining di Bareskrim Polri dan Satgas Khusus Mafia Tanah di Subdit Harda Polda Metro Jaya," ungkapnya.
Terlibat dalam menertibkan ilegal Mining di beberapa kawasan seperti di wilayah Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Maluku dan wilayah lainnya serta menertibkan mafia tanah di wilayah hukum Polda Metro Jaya.
Sebagai abdi negara, Kompol Respati mengaku sangat mengidolakan sosok figur dari Nabi Muhammad SAW. Baginya, seorang polisi harus berani dan konsisten terhadap nilai-nilai integritas, dirinya meyakini mungkin kebenaran bisa kalah tapi tidak akan pernah salah.
Untuk itu agar dirinya bisa mengimplementasikan polisi yang presisi, modern dan humanis, dirinya memiliki visi untuk modernisasi Polri ke depannya di era 4.0 menuju 5.0 ini bahwa Polri sebagai lembaga dan institusi yg besar dipandang perlu menerapkan sistem meritrokasi SDM yang efektif agar bisa mengiptimalkan dalam memilih dan menentukan orang yang tepat dalam posisi yg tepat (put the right man in the right place), katanya.
"Hal ini dapat diukur dari prestasi saat di lembaga pendidikan, Riwayat Hidup, jenjang penugasan dan Bakat atau talent scouting dan Indikator-indikator lainnya yang dapat menjadi tolak ukur dalam menilai kompetensi individu atau personil Polri," pungkasnya.
Karena menurutnya, tantangan kejahatan atau gangguan kamtibmas yang dialami Polri di era saat ini cenderung lebih Kompleks dan terstruktur, sehingga dibutuhkan individu Polri yang memiliki pengalaman, kompetensi dan keterampilan yang baik juga dalam mencegah dan mengatasi tantangan dan dinamika tersebut.
Puja Kesuma adalah akronim dari Putra Jawa Kelahiran Sumatera.
Adalpun sejak 2007 (17 tahun) sudah merantau di Pulau Jawa Penjaga pilar demokrasi dan juga berhasil mengamankan Pilpres 2024 saat menjabat sebagai Wakasat Reskrim Polrestro Jakpus.