hukum

Habiskan Enam Kantong Darah, Terdakwa Penista Agama Muhammad Kace Alami Kritis

Selasa, 28 Desember 2021 | 09:48 WIB
Jakarta, NAWACITAPOST- Terdakwa kasus dugaan penistaan agama Muhammad Kace mengalami pingsan saat menjalani sidang di Pengadilan Negeri Ciamis, Jawa Barat pada Jumat (24/12/2021) lalu.

Kuasa Hukum Kace, Kamaruddin Simanjuntak mengatakan, kliennya sebenarnya sudah dalam keadaan sakit, tetapi dipaksa untuk hadir dalam sidang secara meraton.

“Iya, klien saya M Kace sempat pingsan di persidangan. Hari Jumat malam di PN Ciamis, kemudian kita larikan ke RS,” kata kamaruddin kepada awak media, Senin (27/12/2021).

Menurut dia, setelah pingsan dalam persidangan, Muhammad Kace langsung dilarikan ke RSUD Ciamis untuk menjalani perawatan lebih lanjut. Sampai saat ini Muhammad Kace masih berada di RS.

Dia menyebutkan, bahkan Kace sudah menghabiskan 6 kantong untuk menjalani perawatan hari ini. Sementara kliennya itu diharuskan mengikuti sidang secara meraton tiga kali seminggu.

“Hari ini saja sudah 6 kantong transfusi darah, “ ujarnya.

Dia menyampaikan bahwa kliennya menderita penyakit gula. Kata dia , penyakit kace semakin parah karena selama menjalani tahanan tidak pernah berobat.

Tak hanya itu, ia juga mengungkap dugaan penganiayaan yang dilakukan para tahanan lain, termasuk terdakwa kasus korupsi Irjen Napoleon Bonaparte terhadap kliennya.

“Ada sakit komorbid sakit gula. Jadi karena selama ditahan polisi tidak pernah dibawa berobat, tidak pernah dikasih obat gula, jadi penyakit gulanya naik sampai 460,” ungkapnya.

 

Seperti diketahui sebelumnya, Muhammad Kosman alias Muhammad Kece pelaku penistaan agama mengalami penganiayaan oleh sesama tahanan di dalam jeruji besi di Rutan Bareskrim Polri Jakarta. Penganiayaan tersebut dilakukan terdakwa korupsi Irjen Pol Napoleon Bonaparte dengan memukuli Muhammad Kece dan melumuri wajah dengan kotoran manusia.

Dirtipidum Bareskrim, Brigjen Andi Rian Djajadi mengatakan penganiayaan tersebut dilakukan secara bersamaan. Untuk kotoran manusia yang dimiliki Napoleon diketahui sengaja dan sudah dipersiapkan sebelumnya.

Dalam pemeriksaan terungkap selain terjadi pemukulan, pelaku NB juga melumuri wajah dan tubuh korban dengan kotoran manusia yang sudah dipersiapkan oleh pelaku,” kata Brigjen Andi saat dikonfirmasi di Jakarta pada Minggu (20/9/20221).

BACA JUGA : https://nawacitapost.com/nasional/2021/12/28/hari-ini-jokowi-akan-resmikan-bendungan-ladongi-di-sultra-dan-bendungan-pidekso-jateng/

Saat peristiwa penganiayaan ada tiga orang saksi, dan satu diantaranya mendapat perintah dari Napoleon untuk mengambil kotoran tersebut. Selanjutnya kotoran itu dilumurkan ke wajah dan tubuh Muhammad Kece.

“Salah satu saksi diperintahkan NB untuk mengambil bungkusan kotoran yang sudah disiapkan di kamar NB, kemudian NB sendiri yang melumuri,” kata Andi.

Tags

Terkini