NAWACITAPOST.COM - "Hasil Karya WBP Lapas Lombok Barat Kanwil Kemenkumham NTB sangat berkualitas, saya yakin produk ini akan mampu bersaing di pasar luar," ungkap Akhmad Hasmy selaku Asisten Deputi Koordinasi Pelaksanaan Kebijakan dan Evaluasi Reformasi Birokrasi, Akuntabilitas Aparatur,
dan Pengawasan I pada KemenpanRB.
Hal ini disampaikan saat dirinya kunjungi Lapas Lombok Barat pada Kamis (1/8). Akhmad Hasmy didampingi oleh Inspektur Wilayah II Kemenkumham Lilik Sujandi, Kakanwil Kemenkumham NTB Parlindungan, Kepala Divisi Administrasi Muslim Alibar, Kepala Divisi Yankumham Achmad Fahrurazi, Kepala Divisi Keimigrasian Wishnu Daru Fajar, Kalapas Kelas IIA Lombok Barat M.Fadli beserta jajaran pejabat struktural.
Dimulai dari memeriksa layanan di Lapas Lombok Barat, rombongan melakukan pemantauan terhadap layanan yang diberikan.
"Apresiasi pada kesigapan petugas dalam memberikan layanan, sarpras juga sudah memadai. Semoga performa kerja yang baik ini akan terus terjaga," ungkap Akhmad.
Baca Juga: Lapas Lombok Barat Kanwil Kemenkumham NTB Usulkan 1091 WBP Terima Remisi Kemerdekaan 2024
Kemudian dilanjutkan dengan menilik hasil karya warga binaan yang terkemuka, yaitu cukli begawen dan batik gembok yang merupakan akronim dari (Gerakan Membatik Lombok).
Tak hanya menilik hasilnya, rombongan juga melihat proses pembuatannya secara langsung yang dikerjakan oleh WBP.
Kakanwil Kemenkumham NTB Parlindungan mengungkapkan, program bimbingan pada WBP akan dilakukan berkelanjutan, setelah WBP bebas nantinya akan dilanjutkan program pembimbingan di Balai Pemasyarakatan.
Menurut salah satu Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lapas Lombok Barat, dengan adanya bimbingan keterampilan ini, dirinya dapat memperoleh kemampuan lebih, sehingga bisa lebih siap saat kembali ke masyarakat nantinya.
Baca Juga: Lapas Lombok Barat Kanwil Kemenkumham NTB Usulkan 1091 WBP Terima Remisi Kemerdekaan 2024
Sampai saat ini, jumlah penghuni Lapas Lombok Barat mencapai 1.261 Narapidana dan 584 Tahanan, untuk itu Lapas Kelas IIA Lombok Barat Kanwil Kemenkumham NTB melakukan pengawasan ekstra sekaligus pelayanan yang optimal bagi WBP maupun pelayanan kunjungan.
Akhmad Hasmy yang didampingi Irwil II Kemenkumham Lilik Sujandi dan Kakanwil Kemenkumham NTB juga menguji secara langsung inovasi SIPIKET (sistem pemeriksaan intensif keamanan efektif).
Inovasi Sipiket ini dilahirkan dalam rangka mengantisipasi penyelundupan ponsel ke dalam lapas oleh pengunjung maupun petugas. Hal ini merupakan wujud integritas seluruh pegawai Lapas Lombok Barat Kanwil Kemenkumham NTB, sesuai amanat Menkumham Yasonna H. Laoly yang ditekankan pada jajarannya.