hukum

Diduga Rugikan Uang Negara, Koalisi Masyarakat Anti Mafia BUMN  Akan Laporkan PT Panca Amara Utama Ke KPK

Senin, 6 Desember 2021 | 19:28 WIB
Jakarta,  NAWACITAPOS - Sejumlah


Koalisi Masyarakat Anti Mafia BUMN yaitu, (BUMN Watch ,LBH BUMN , Komite Anti Korupsi Indonesia ,SERBU BUMN ,Pasukan Tetap Jokowi) akan melaporkan dugaan kasus korupsi .





Kontrak di BUMN  antara PT Rekayasa Industri dengan PT Panca Amara Utama (PAU) berpotensi merugikan merugikan keuangan negara sebesar Rp2 triliun.





Presidium Koalisi Masyarakat Anti Mafia BUMN Naldi N Haroen mengatakan, dalam keterangannya pelaporan Dugaan Korupsi oleh Thohir Brother.



Demi membawa citra positif  dan mendukung Presiden Jokowi pihaknya melaporkan dugaan korupsi tersebut.




Adapun Penyampaian Laporan ini akan di lakukan pada Selasa  7 Desember 2021 di gedung  KPK RI sekitar pukul : 13.00 WIB.


 Koalisi Masyarakat Anti Mafia BUMN akan mengantarkan bukti bukti dugaan tindak pidana korupsi yang dilakukan oleh Thohir Brother ( Erick Thohir & Boy Thohir ) dalam  Kontrak antara PT Rekayasa Industri dengan PT Panca Amara Utama (PAU)



Diketahui,  Kontrak di BUMN banyak merugikan BUMN , salah satu adalah Kontrak antara PT Rekayasa Industri dengan PT Panca Amara Utama (PAU) berpotensi merugikan merugikan keuangan negara sebesar Rp2 triliun, karena tidak melakukan pembayaran biaya proyek kepada perusahaan BUMN yakni PT Rekayasa Industri (Rekind). Hal ini terkait pembangunan proyek Pabrik Amonia Banggai di Kabupaten Luwu, Sulawesi Tengah.




Kemudian,  PT PAU sendiri dikendalikan PT Surya Esa Perkasa Tbk. (ESSA) di mana kakak Menteri BUMN Erick Thohir merupakan salah satu pemegang sahamnya. Boy Thohir (BT) juga tercatat sebagai presiden komisaris PT PAU.


Menurut BPK, PT Rekind berpotensi kehilangan kesempatan memperoleh pendapatan atas denda keterlambatan pelaksanaan pengadaan vendor sebesar USD 238,987.00


BACA JUGA : https://nawacitapost.com/nasional/2021/12/03/bikin-kecewa-jokowi-diduga-proyek-pembangunan-pabrik-anomia-banggai-sebesar-rp-11-triliun-bermasalah/

Tags

Terkini