Jakarta, NAWACITAPOST- Aset milik Hutomo Mandala Putra alias Tommy Soeharto disita Satuan Tugas Penanganan Hak Tagih Negara Dana Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (Satgas BLBI).
Aset yang disita berupa tanah seluas 124,6 hektare di Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Jika dirupiahkan, maka tanah PT Timor Putera Nasional (TPN) yang disita tersebut berninai Rp 600 miliar.
Pegiat media sosial Denny Siregar mengatakan dengan dibentuknya satgas BLBI membuktikan bahwa pemerintah Jokowi tidak main-main tegas, banyak elit kepanasan.
Denny mengatakan langkah TNI/Polri dalam menyita harta anak kedua Presiden Soehato itu adalah langkah yang tegas.
Bahkan, kata dia bisa saja Tommy Soeharto mengerahkan orang untuk melawan penyitaan itu, tapi tidak mungkin karena penyitaan utang negara itu menggunakan TNI/Polri.
"Negara tidak boleh kalah sama preman dan ormas semua harus ditindak tegas, "kata Denny video Timeline, Jumat (5/11/2021).
Denny menjelaskan kekuatan masa digunakan bagi pengutang BLBI, dengan membawa preman, ormas.
"Lawan Tommy Soeharto yang sudah utang sama negara yang belum kembalikan utangnya ke negara, ditagih tidak mau bayar, ya harus diambil asetnya, " ucap Denny.
Selain itu, Denny meyebutkan aksi reuni 212 yang sebelumnya ramai disebut Denny karena adanya bohir-bohir yang kuat untuk memodalkan mereka.
Bahkan, dia menduga bahwa aksi reuni 212 yang akan digelar pada 2 Desember 2021 mendatang karena adanya kaitannya dengan keluarga Cendana.
Namun menurut Denny bahwa demo yang akan direncanakan pada 2 Desember ( 212 ) tidak lagi punya kekuatan, karena bohir- bohirnya akan mengucurkan dana dan akan memilih membayar utang ke negara karena Joko Widodo tidak akan kompromi, karena tekanan dan wajib dibayar para pengutang BLBI tersebut