Baca Juga : Pemuda Batak Bersatu Ditolak di Kalimantan Timur, Ada yang Salah?
Dugaan penolakannya, karena adanya mis komunikasi yang belum terbangun secara saling bersinergi. Atau mungkin perlu langkah lebih lembut dan benar-benar melibatkan organisasi dayak setempat, supaya PBB bisa diterima serta bisa membuka cabangnya.
Serta, dugaan lainnya, mungkin karena lemahnya cara berkomunikasi kepada publik. Sehingga terkesan ormas kepemudaan ini terkesan eksklusif.
Menyikapi hal tersebut Ketua DPD Himpunan Masyarakat Nias Indonesia (HIMNI) Kaltim, EV.Rekaman Bali.SH,MA, ketika dihubungi nawacitapost.com, Senin (25/10/2021) tak setuju dengan adanya penolakan tersebut. "Saya secara pribadi tidak setuju dan merasa keberatan atas penolakan pemuda Batak Bersatu di Kalimantan. Karena itu merupakan hak kebebasan berserikat yang dijamin oleh negara, karena efek dari penolakan itu bisa berimbas terhadap organisasi lain yang ada di Kalimantan. "
Ada pelajaran yang kita bisa petik dari setiap kejadian. Bahwa sebagai pendatang harus menghormati dan menghargai adat dan budaya setempat. Dimana Bumi dipijak disitu langit dijunjung. Mari saling menghormati dan menghargai antara satu dengan yang lain demi terciptanya kedamaian ditanah Borneo, tegas EV. Rekaman.