"Prosesnya dimulai dari lokasi penitipan barang, selanjutnya peserta diarahkan mencuci tangan dengan sabun dan melalui pengecekan suhu badan. Kemudian peserta kebagian pengecekan berkas, absensi dan pengambilan pin ujian," ujar Basir
"Kami juga melakukan pemindaian seluruh tubuh dengan menggunakan metal detektor untuk menemukan benda-benda yang dilarang untuk di bawa keruang ujian," lanjut Basir.
Baca Juga : Hari Kopi Internasional, Ini Kopi Andalan Presiden Jokowi dan Menteri
Basir menambahkan bahwa secara keseluruhan pelaksanaan SKD berjalan dengan lancar. Kegiatan diikuti oleh 18.125 orang peserta dari formasi SLTS dan Non SLTA yang dilaksanakan dari tanggal 28 september sampai 12 Oktober 2021. Tiap hari dibagi dalam tiga sesi dengan jumlah peserta persesi 425 orang dan khusus hari jumat hanya dua sesi.
Dari pemantauan Ombudsman RI Perwakilan Sulsel, Pelaksanaan SKD Kanwil Sulsel berjalan baik, bahkan dengan peserta yang memiliki kebutuhan khusus.
"Dari penjelasan panitia tadi, bahwa peserta yang memiliki kebutuhan khusus menjadi prioritas yang dilayani. Seperti peserta yang sedang hamil misalnya, panitia langsung mendampingi dan mendahulukan bagi yang hamil dan melayani dengan baik," ujar salah seorang perwakilan ombudsman yang memantau.
-
(Kornelius Wau)