hukum

PD Muhammadiyah Kota Padangsidimpuan, Apresiasi Produktivitas dan Kreatifitas WBP Lapas Kelas IIB Padangsidimpuan Kanwil Kemenkumham Sumut

Sabtu, 25 September 2021 | 13:53 WIB
Padangsidimpuan, NAWACITAPOST - Pimpinan Daerah (PD) Muhammadiyah Kota Padangsidimpuan memberikan apresiasi pada produktivitas dan kreatifitas warga binaan khususnya dibidang pembinaan kemandirian, Sabtu (25/9/2021).

Baca Juga : Tetap Jaga Imunitas Tubuh, Lapas Kelas IIB Padangsidimpuan Kanwil Kemenkumham Sumut Rutin Laksanakan Senam Pagi



Kedatangan mereka merupakan sinergi sekaligus silaturahmi antara Lapas dan Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Padangsidimpuan, guna pelaksanaan Penyuluhan Hukum bagi warga binaan yang akan dilaksanakan pada 16 oktober mendatang.

Bekas bukan berarti tidak berharga. Ya, pernahkah kita berpikir untuk apa kain usang digunakan kembali? Ditangan orang kreatif hal yang dianggap tidak berguna, mampu disulap menjadi barang yang bernilai. Hal ini yang harus diterapkan selaku petugas dan pembina di sebuah Lapas.

Bersama Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Padangsidimpuan sebagai mitra, sejumlah hasil karya warga binaan yang berupa olahan kain perca telah disulap menjadi kerajinan yang indah dan dapat digunakan kembali, yaitu berupa keset dari kain perca dan kain usang.

Kasubsi Giatja Lapas Padangsidimpuan, Rudy Nasution, mengatakan pemanfaatan kain perca merupakan proses kreatif seseorang dalam menggunakan limbah kain menjadi barang seni, yang mempunyai nilai estetika tinggi. Kegiatan seperti ini, dapat memberikan efek yang positif dan dapat melatih kesabaran, konsentrasi dan pengendalian diri.

Kalapas Padangsidimpuan, Indra Kesuma, A.Md.IP., SH., MH, juga mendukung adanya kegiatan pembinaan tersebut, sebagai bentuk keseriusan dan sinergitas kita bersama, terkait tugas dan fungsi kita, yang tujuannya memberikan upgrading terhadap pembinaan kepada warga binaan.

Bahan dasar yang digunakan juga merupakan barang-barang warga binaan yang sudah tidak terpakai lagi. “Daripada tidak terpakai dan dapat menimbulkan gangguan kamtib, kita bisa olah kembali barang warga binaan yang tidak terpakai lagi menjadi sesuatu yang bernilai yang tentunya untuk menambah keterampilan bagi warga binaan,” Ucap Kalapas.

Kalapas juga menambahkan bahwa keberhasilan pembinaan ini akan berhasil jika ada 3 pilar yang berkontribusi dari pihak pemasyarakatan yakni warga binaan pemasyarakatan, pegawai/petugas dan masyarakat.

“Lapas tidak hanya menjadi tempat pelaku kejahatan untuk menjalani masa pidana, tetapi juga sebagai tempat diberikannya pembinaan-pembinaan yang membangun sehingga bisa bermanfaat ketika nanti kembali ke lingkungan masyarakat,” tutup Kalapas.

(Humas Lapasid)

Tags

Terkini