hukum

RIP Senior Prof. Dr. J.E. Sahetapy Sosok Panutan, Teladan, Berintegritas dan Tokoh Bangsa Negara dan Gereja

Selasa, 21 September 2021 | 15:30 WIB
Jakarta, NAWACITAPOST - MESKIPUN kebohongan itu lari secepat kilat, satu waktu kebenaran itu akan mengalahkannya," Itulah pepatah Belanda yang kerap diucapkan Prof. Dr. Jacob Elfinus Sahetapy biasa disapa Prof. JE Sahetapy dalam setiap debat di forum-forum Hukum yang disiarkan beberapa TV swasta.

Baca Juga : Teman Diskusi Putra Sulung, Ibunda Jokowi Meninggal




Pepatah Belanda itu tetap ada, tetapi yang mengucapkannya di Indonesia mungkin sudah tidak terdengar suaranya lagi. Ya, hari ini, Selasa 21 September Prof. Dr. JE Sahetapy dipanggil sang Khalik karena sakit dan usia lanjut.

Bicara apa adanya terutama kepada para politisi kerap disampaikan pria berdarah Maluku semasa hidupnya. Dibedah habis dan sampai diceramahi dengan teori dan praktek hukum berbahasa Belanda yang langsung diterjemahkan saat itu juga.

Suami dari Lestari Rahayu Lahenda, semasa hidupnya pernah menjadi Rektor Universitas Kristen Petra Surabaya saat transisi pemerintahan era Soekarno ke Soeharto, tahun 1966 -1969. Pendidikan S1 sampai S3 ditempuhnya secara linear. Artinya Sarjana Hukum sampai Doktor Hukum di Perguruan Tinggi Dalam Negeri mulai dari S1 Fakultas Hukum Jurusan Kepidanaan Universitas Airlangga, Surabaya, 1959,  S2 Business and Industrial Relations, University of Utah, Salt Lake City, USA, 1962, dan S3 Ilmu Hukum Universitas Airlangga, Surabaya, 1978.

Sebagai sosok seorang dosen atau pengajar. Prof JE Sahetapy mencoba masuk sebagai anggota DPR dari Fraksi PDIP.  Ia hanya menjalaninya sebagai politisi selama satu periode (1999 - 2004). Mungkin tak terbiasa dengan kepura-puraan yang sifatnya diplomasi. Maka periode berikutnya, lulusan Institut Alkitab Tiranus, Bandung, 1993, tak mau bercokol lagi di Senayan. Kembali kehidupan semula sebagai seorang pengajar.

Walaupun emeritus atau sudah pensiun sebagai guru besar dan dosen. Ilmu hukumnya selalu dibagikan kepada mahasiswa dan siapa saja yang terpanggil. Sudah banyak tenaga dan pikirannya diberikan untuk republik ini.

Yang bisa dipelajari dan diteladani  ayah dari  Elfina Lebrine, S.H., LL.M, Athilda Henriete, Wilma Laura, dan Kezia Sahetapy selalu mengkritik pemerintah di depan atau ditujukan langsung ke pengambil keputusan, tetapi  dalam kritiknya selalu diberikan solusi.

Selamat jalan Prof JE Sahetapy. Hari ini dunia medsos : FB, Twiter, Isntragram, dan Grup-grup WA dibanjiri ucapan turut berduka cita atau Rest In Peace (RIP) kepada Guru, Dosen, dan sebutan lainnya untuknya.

Kutipan dari netizen yang dekat dengan almarhum begawan hukum bernama Sorta Anita Tampubolon Sambode menulis di dinding FBnya, 19 komentar dan 56 yang suka, Selasa (21/9/2021). "Semoga Damai dalam kekekalan Begawan Hukum Indonesia. Pribadi yang memberikan hidupnya bagi penegakan hukum dan keadilan di Indonesia. Usia 89 tahun adalah usia anugerah Tuhan dimana Prof. DR. J.E. Sahetapy,SH, S.Th telah menjadi berkat bagi banyak orang. You will be missed, Bapak/Opa/Eyang kami, 6 Juni 1932-21 September 2021.


Hal senada disampaikan Dosen Senior Universitas Negeri Manado,  Dr. Goinpeace Tumbel  dalam dinding Wall FB nya, Selasa (21/9/2021) dan sudah dikomentari 173 dan suka 85 "RIP Senior Prof. Dr. J.E. Sahetapy sosok panutan, teladan, berintegritas dan tokoh bangsa negara dan gereja."

 

 

 

 


Tags

Terkini