hukum

Lampung Kerap Dikaitkan dengan Penangkapan Teroris, Ini Kisahnya

Minggu, 15 Agustus 2021 | 22:20 WIB
Jakarta, NAWACITAPOST - BILA mengacu pada  penjelasan Kang Rikal dalam Kanal Youtube Agama Akal TV tentang Khilafatul Muslimin di Lampung yang dipimpin Abdul Qodir Hasan Baroja atau Baraja yang masih tetap ngotot mendirikan Negara Islam Indonesia (NII) dengan berafilasi ke Jamaah Islamiah (JI). Baroja ini bersama Abu Bakar Ba'asyir dan (alm) Abudllah Sungkar menjadi tiga serangkai penerus Kartusuwirto (DII/TII) dalam konteks NII-nya.

Baca Juga : 37 Teroris Yang Ditangkap Densus 88 Kelompok Jamaah Islamiah dan ISIS



Ada benarnya, juga Lampung sebagai basis dan mungkin penyumbang teroris dalam konteks dulu dan kini. Hal itu  terkait di  tahun 1989 (ingat peristiwa Talangsari  di Lampung) hingga sekarang,  pengikut JI yang ingin mendirikan NII jumlahnya mencapai 300.000 di seluruh Indonesia, dan hampir 50 persen lebih bercokol di Lampung.

Maka tidak usah heran. Lampung hampir setiap tahun, bahkan mungkin bulan, dan ketika ada penangkapan teroris di seluruh Indonesia, Lampung selalu turut serta menyumbang teroris yang ditangkap.

Seperti satu dari dua teroris yang ditangkap Tim Densus 88 di Lampung Tengah. Itu berkat pengembangan dengan melakukan penggeladahan disebuah rumah satu teduga teroris di Jalan Endro Suratmin, Gang Merdeka Way Dadi Sukarame Bandar Lampung, Sabtu 14 Agustus 2021.

Penggeladahan rumah terduga teroris itu dibenarkan Kabid Humas Polda Lampung KOmbes Zahwani Pandra Arsyad. "Namun kegiatan penggeladahan yang dilakukan Tim Densus 88 Anti Teror Mabes Polri dalam rangka penyelidikan, tapi belum bisa menyampaikan dengan detail atau lengkap, dikarenakan masih dalam penyelidkan, ujarnya.

Menyoal tentang Lampung. Banyak segudang temuan yang dilakukan Tim Densus 88 terhadap wilayah itu, yang jaraknya hanya 2 jam perjalanan dari Banten dengan menggunakan kapal veri.

Terkait hal lainnya, pengikut JI yang kala zaman orde baru terdesak dari Jawa oleh otoriter Soeharto. Sehingga pengikutnya menjadikan Lampung sebagai basis JI dalam skala cukup besar, mulai dari struktur elit sampai yang terendah. Bahkan, kabarnya juga Lampung boleh dibilang perlintasan pertemuan fisik ataupun informasi jaringan teroris dari berbagai afiliasi untuk melancarkan aksi biadab dan kekerasannya.

Sebut saja, era Bom Bali 1, dan terakhir Bom Gereja Makasar. Lampung selalu dikaitkan dengan hal itu. Dugaan  lainnya. Teroris yang ditangkap di seluruh Indonesia, selain mungkin pernah ke Lampung, setidaknya harus mengetahui Lampung sebagai cikal bakal tempat belajarnya teroris?

Memang untuk hal ini, kajian secara ilmiah belum menjangkaunya. Tetapi tanda-tanda dan rekam jejak, teroris telah tumbuh sejak orde baru denga  kasus Talangsarinya.  Dan tuduhan dari Kontras dan Komnas HAM kepada Danrem Lampung kala itu , Kolonel Hendropriyono kerap diterimanya, yaitu sebagai pembasmi dan pembunuh warga Talangsari -Lampung. Padahal, jelas-jelas mereka membakar diri mereka supaya masuk surga, begitu penjelasan Hendropriyono dalam sebuauh kanal Youtube dan diwawancarai Wartawan Senior Amerika Allan Nairn. Bahkan Hendro siap disidang di Mahkamah Internasional PBB.

Berarti bibit teroris sudah terbentuk dan tumbuh di Provinsi Lampung secara masif hingga saat ini. Tujuan utamanya, mendirikan Negara Islam Indonesia (NII) dengan berganti format sebagai Jamaah Islamiah, berkembang menjadi Khilafatul Muslimin, dan sebagian ada yang afiliasi ke ISIS, sebab bagi Teroris "mungkin Lampung surganya" yang bisa bersembunyi secara lama.  Walaupun akhirnya ditangkap, tetapi bagi elit teroris hanya kroconya saja yang dibawa.

Yang jelas dan terbukti Negara Islam Indonesia dan Jamaah Islamiah menolak Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, Wawasan Kebangsaan, tak berlaku UUD 1945, dan lebih parah dan tragis kebenaran hanya milik mereka (JI dan NII).

Bahkan mantan pelaku teroris  bom bali 1 yang tengah menjalani deradikalisasi  puluhan tahun dan sejak ditangkap Tim Densus 88.  Ali Imron mengakui  bahwa tujuan teroris sebenarnya menegakan syariat Islam dan membentuk Khilafah.

Tags

Terkini