Baca Juga : Eko Kuntadhi : Hampir Semua Perda Era SBY Diskriminatif, Termasuk Serang
TERKAIT hal lainnya, lanjut Eko berimbas di Sekolah. Pemilihan Ketua OSIS di sebuah SMA Negeri di Kota Depok. Terpilih dan menang agama minoritas, diduga Kepala Sekolahnya membatalkan kemenangan tersebut. Dan, menggantinya dengan agama mayoritas.
Sementara kegelisahan dan kekhawatiran Denny Siregar, terjadi ketika pada tahun 2016 di Ciekusik kelompok Ahmadiyah dilakukan semena-mena. Bangunan ibadahnya dihancurkan dan orangnya diduga ada yang dipukul sampai tewas.
Baca Juga : Dennny Siregar Siap Dipenggal
Denny menjerit, berteriak sekeras-kerasnya. Perlawanan pun dilakukan, media sosial Cokro TV menjadi saluran pijakannya sampai sekarang.
Sedangkan teriakan Ade Armando, ketika di kampung halamannya, Sumatera Barat terjadi pelarangan tempat ibadah, pemaksaan pakaian seragam agama tertentu kepada siswi agama lain, dan itu dilakukan di sekolah negeri.
Baca Juga : Viralnya Wajib Jilbab Non Muslim Di SMK N 2 Padang, Ade Armando Sudah Ingatkan Gubernur Sumbar Irwan Prayitno Jauh Sebelumnya
Ketiganya itu, tampil dalam acara Kick Andy Double Chek, yang host-nya Andy F Noya belum lama berselang.
Suara perlawananan terhadap intoleren, radikalisme, dan teroris sudah diperhitungkan oleh ketiganya. Dalam hal ini konsekuensi yang ditimbulkan dari pernyataan vokal mereka. Denny misalnya, data selularnya dibocorkan. Teror kepada istrinya. Sehingga, Denny memutusakn untuk mengungsikan istri dan dua anaknya ke tempat tertentu sampai sekarang.
Eko, pun mengalami. Ketika mengendarai mobil pribadinya, ada yang tak beres. Roda bannya di jalan tol bergoyang tak normal. Setelah diperiksa, hanya ada satu baut dari empat baut di ban mobilnya.
Sementara Ade, istrinya hanya menggunakan aplikasi WhatsApp (WA) saja. Media sosial lainnya diluar WA tidak digunakan.
Masih dalam acara Kick Andy Double Cek. Host Andy Noya bertanya, apakah setelah Jokowi tak menjabat Presiden akan berhenti menyuarakan kevokalannya terhadap intoleren, radikalisme dan terorisme. Ade menjawab tetap akan bersuara memperjuangkan pluralisme, karena Cokro TV bukan membela Jokowi, tetapi mengkritik Jokowi secara konstruktif. Denny dan Eko pun mengamini apa yang dikatakan Ade.