Tanjungpinang, NAWACITAPOST- Dua organisasi masyarakat (Ormas) di Kota Tanjungpinang, yakni Pemuda Pancasila (PP), dan Perkumpulan Anak Tempatan (Perpat), angkat bicara dan mendesak aparat kepolisian mengungkap dugaan cabul oknum Lurah terhadap anak di bawah umur.
Hengky Heriawan, Ketua Majelis Pimpinan Cabang (MPC) PP, Kota Tanjungpinang, mengutuk keras perbuatan asusila itu dan meminta aparat kepolisian segera menangkap oknum Lurah cabul dan dua orang pelaku lainnya.
Menurut Hengky, pencabulan kepada anak dibawah umur ini merupakan kejahatan yang luar biasa bejat dan memalukan, apalagi jika dilakukan oleh pejabat publik seperti Lurah. “Ini bagi kami kejahatan yang luar biasa dan harus segera ditindak lanjuti. Kami (Hengky), selaku ketua beserta pengurus mengutuk keras perbuatan ini dan minta aparat kepolisian dalam hal ini Satreskrim Polres Tanjungpinang untuk segera menangkap Lurah itu,” ucapnya, Kamis (27/05/2021)
Hengky juga menyarankan pihak kepolisian untuk memeriksakan kejiwaan para pelaku. “Kita juga berharap dan mempercayakan sepenuhnya kepada aparat kepolisian untuk mengungkap kasus ini sampai ke akar-akarnya karena yang kita takutkan juga ada sindikatnya,” kata Hengky.
Dia meminta Pemerintah Kota (Pemko)Tanjungpinang dalam hal ini Walikota Tanjungpinang untuk mengevaluasi jajarannya. “Dengan kejadian memalukan ini saya minta Walikota segera mengevaluasi pejabatan dilingkungan Pemko. Kalau perlu buat Psikotest (test psikologi) untuk para ASN sebelum ditempatkan di jabatan tertentu seperti Camat maupun Lurah,” tegas Hengky.
Senada dengan Hengky, Said Ahmad Syukri (SAS), Wakil Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) Perpat Kota Tanjungpinang juga meminta aparat kepolisian untuk segera menangkap oknum Lurah bejat itu. “Terlepas siapapun dia, hukum harus di tegakkan sesuai Perundang-undangan di negara kita. Apa lagi kabarnya pelaku merupakan saudara korban,” ucap Said.
Dirinya pun ikut menyarankan Walikota Tanjungpinang agar dapat memilih ASN yang berkualitas untuk ditempatkan di suatu jabatan di lingkungan Pemko Tanjungpinang. “Kita harap kedepan ASN yang dipilih memang benar-banar yang berkualitas. Kita juga meminta Pemko ke depan untuk lebih terbuka dalam seleksi para pejabat di lingkungan Pemko supaya masalah sosial seperti ini tidak terjadi kembali,” jelas Said. (Yosdarson Daeli)