NAWACITAPOST.COM - Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Jawa Barat (Kakanwil Kemenkumham Jabar), Masjuno dan Penjabat Gubernur Jawa Barat, Bey Machmudin, melakukan kunjungan ke Asrama Haji Embarkasi Jakarta Bekasi yang akan melaksanakan keberangkatan 684 calon jemaah haji kloter pertama tahun 2024.
Kunjungan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah provinsi dalam meningkatkan kualitas layanan kepada calon jemaah haji, khususnya para lansia.
Kedua pemimpin ini tidak hanya hadir sebagai simbol dukungan pemerintah, tetapi juga sebagai penggerak utama dalam implementasi berbagai inovasi layanan yang ditujukan untuk memastikan kenyamanan dan keamanan jemaah haji, khususnya para lansia.
Inisiatif mereka telah mengubah wajah layanan di Asrama Haji, dimulai dari penataan ulang area pendaftaran hingga penyediaan fasilitas khusus yang ramah lansia.
Baca Juga: Kemenkumham Jabar Persiapkan Keberangkatan Jamaah Haji 1445 Hijriah
Pada acara tersebut, Bey Machmudin berbagi beberapa kata tentang pentingnya adaptasi dan peningkatan layanan. “Kita tidak boleh stagnan. Setiap tahun harus ada evaluasi dan peningkatan. Tahun ini kita fokus pada peningkatan layanan bagi lansia, mulai dari pemisahan antrean hingga alokasi tempat duduk khusus di area pendaftaran,” ujar Bey.
Strategi ini tidak hanya mengurangi waktu tunggu bagi para lansia, tetapi juga menunjukkan empati dan perhatian pemerintah terhadap kebutuhan mereka.
Kakanwil Kemenkumham Jabar, Masjuno, juga mengambil kesempatan ini untuk menyoroti pentingnya kerja sama lintas sektoral dalam meningkatkan layanan haji.
“Sinergi antara Kemenkumham, Kementerian Agama, pemerintah daerah, dan berbagai lembaga lainnya merupakan kunci sukses penyelenggaraan haji yang lancar. Kami bertekad untuk terus berinovasi dan memastikan bahwa semua calon jemaah mendapatkan pengalaman haji yang memuaskan,” tambah Masjuno.
Keberhasilan penyelenggaraan haji juga ditandai dengan keikutsertaan pejabat tinggi lain seperti Penjabat Walikota Bekasi, Staff Ahli Kementerian Agama, Sekretaris Jenderal Kementerian Agama, dan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat. Kehadiran mereka menunjukkan dukungan yang kuat dari berbagai tingkat pemerintahan dan lembaga terkait.
Selanjutnya, Pj. Gubernur Bey Machmudin juga menyampaikan bahwa perhatian terhadap logistik dan infrastruktur untuk jemaah haji tidak berhenti pada peningkatan di Bekasi saja.
“Embarkasi Indramayu dan penggunaan Bandara Kertajati adalah bagian dari upaya kita untuk mendekatkan layanan kepada masyarakat, mempermudah mereka dalam proses berhaji,” jelas Bey.
Langkah ini diharapkan dapat mengurangi kepadatan di embarkasi utama dan memberikan alternatif yang lebih nyaman bagi jemaah dari wilayah barat Jawa Barat.