Baca Juga : Polri Tetapkan 3 Terduga Teroris DPO, Perannya Sagat Berbahaya
WALAUPUN sudah menerima BST, tetap saja NF membenci pemerintah. Jika itu dihubungkan dengan ajaran teroris berafiliasi ISIS maupun Al Qaeda. Bagi teroris, pemerintah adalah musuh.
Perlu diketahui, berdasarkan rilis resmi Divisi Humas Mabes Polri, NA dan 5 orang lainnya terduga teruris yang masuk Daftar Pencarian Orang (DPO). Himabauan Mabes Polri agar 6 DPO menyerahkan diri. Namun, ultimatum Mabes Polri ditolaknya.
Maka, NF bukan menyerahkan diri ke Polisi melainkan diamankan Polsi berdasarkan informasi dari orang tua NF. Memang salah satu doktrin atau ajaran teroris, orang tua pun tidak pernah dihormati.
Penjelasan Kabag Penum mabes Polri Kombes Pol Ahmad Ramadhan mengatakan DPO terduga teroris NF diamankan setelah orang tuanya memberikan informasi keberadaan NF kepada Polsek Setiabudi, pada Kamis (8/4/2021) dan selanjutnya diserahkan ke Densus 88 yang memiliki kewenangan menyelidik tindak pidana terorisme.
Kebanyakan terduga teroris adalah mantan FPI. Hal tersebut berdasarkan pengakuan mereka yang ditangkap Densus 88. Pasca pembubaran FPI oleh Pemerintah di akhir Desember 2020. Densus 88 banyak menangkap terduga teroris di banyak tempat, dan mereka mantan FPI yang katanya berbait ke ISIS. Seperti penangkapan terduga teroris di wilayah Condet, Jakarta Timur, tangerang, Bekasi, Sumater a Utara, dan Makassar kebanyakan mantan FPI.
Namun, mantan Sekretaris Umum sekaligus Juru Bicara FPI, Munarman membantah dan menolak keras, penangkapan dan pelaku bom bunuh diri dikaitkan dengan FPI. Namun, pernyataan Munarman perlu juga konfrontir (dipertemukan) dengan terduga teroris yang diamankan Densus 88.