hukum

Baliho HRS Dicopot, Tanda Telah Dilumpuhkan?

Jumat, 20 November 2020 | 12:08 WIB
Jakarta, NAWACITAPOST  - Pencopotan Baliho bergambar Habib Rizieq Shihab (HRS) dicopot, Perintahnya jelas dari Panglima Daerah Militer (Pangdam) Jaya, Mayjen TNI Dudung Abdurachman, di Monas saat Apel bersama, Jakarta Timur, Jumat (20/11/2020) Sebenarnya penurunan Baliho HRS sudah dilakukan Satpol PP. Namun dinaikan lagi sama FPI.

Baca Juga ; Kopassus Melintas Di Markas FPI, Kabarnya Rizieg Shihab Kabur?


DUDUNG menegaskan pemasangan baliho HRS itu tidak mematuhi peraturan. Sebab Satpol PP sudah menurunkan baliho tersebut.  Penurunan baliho dasarnya  jelas, bahwa mereka tidak bayar pajak, dan pemasangannya asal  saja. Bahkan, tulisan di baliho itu provokatif dan mengadu domba sesama anak bangsa, mengajak revolusi. Kesan seenak sendiri di lakukan front ini. Mengatur-ngatur republik seenaknya sendiri. Pokoknya jangan coba-coba dengan TNI. Lebih dari itu Dudung meminta FPI dibubarkan saja.

Dudung menegaskan, FPI itu jangan menganggap mewakili umat Islam. Banyak juga umat Islam yang berkata, berucap dan bertindak baik.

Terkait baliho. Ketika HRS berada di Arab Saudi dan rencana untuk pulang ke Indonesia. Sudah banyak bertebaran di kawasan Jabodetabek, Bandung dan daerah lainnya. Tulisan umumnya bahwa HRS harus pulang.

Baliho HRS dicopot atas perintah Pangdam jaya, Mayjen TNI Dudung Abdurrachman, Kamis Malam (19/11/2020)

Begitu tiba di indonesia. Pemasangan baliho tersebut kian bertambah. Ceramah HRS pun esosknya bisa ditulis di Baliho. Tulisan di baliho jika dibiarkan, maka dianggap pembenaran. Dan Negara khususnya aparat keamanan lemah dan tak berdaya, itu kesannya.

Atau mungkin. HRS dan FPI berjasa besar dalam menjadikan Anies menang Pilkada Gubernur 2017. Maka gerakan pemasangan baliho secara masif gencar mereka lakukan. Anies nampaknya dilematis. Antara mengijinkan dan mencopt baliho HRS. Jika mengijinkan, maka siap-siap Anies dicap sebagai yang seirama dengan kalimat di baliho tersebut. Seperti revolusi. Jika menolak atau mencopot, maka FPI akan menjauh kepadanya. Sepertinya Anies diam, bisa dikatakan setuju saja pencopotan baliho tersebut. Kalau terpasang baliho, jangan-jangan Anies yang dicopot sebagai Gubernur?

Yang Jelas pencopotan baliho HRS atas perintah Pangdam Jaya, Dudung. Itu tandanya FPI dan HRS telah dilumpuhkan?

Tags

Terkini