hukum

Airlangga : Pemerintah Sudah Tahu Siapa Yang Menggerakan Demo

Kamis, 8 Oktober 2020 | 20:40 WIB
Jakarta, NAWACITAPOST - Demonstrasi penolakan Undang-Undang (UU) Cipta Kerja yang nampaknya bukan murni dilakukan kelompok buruh dan mahasiswa. Namun, sudah ditunggangi kepentingan dan ada yang menggerakan. Apalagi situsi pandemi Covid -19, serta masaih dberlakukan PSPB. Maka kelompok elit yang menggerakan ini bertanggung jawab atas penularan dan penyebaran Covid 19. Begitulah rangkuman pernyataan Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto yang juga Ketua Umum Partai Golkar dalam acara CNBC INDONESIA EXCLUSIVE, Kamis (8/10/202) malam.

Baca Juga : UU Omnibus Law Memang Tidak Menyenangkan Semua Pihak, Namun Perlu Dilakukan


TERKAIT demo UU Cipta Kerja, Sebenarnya Pemerintah sudah tahu siapa the behind -nya demo ini. Siapa dibelakang yang menggerakannya, serta siapa yang penyandang dana,  dan siapa sponsornya, tegasnya.



Sebenarnya, 7 fraksi DPR yang mendukung UU ini adalah representatif rakyat juga. Bahkan, secara kongkrit adanya UU ini membantu buat 30 juta rakyat Indonesia yang saat ini membutuhkan lapangan kerja.  Hal ini juga, terkait by name, by adress ada di dalam kantor kartu pra pekerja. Dari  30 juta,  baru 5,6 juta jiwa yang memenuhi persyaratan tersebut untuk bekerja.

Makanya, Pemerintah tak bisa diam hanya menuruti kepada yang menggerakan demo. Bahkan pemerintah juga mendapat dukungan penuh dari 4 Organisasi buruh yang mempunyai basis kluster ketenagakerjaan yang jelas dan terarah.

-


Pemerintah patut menduga kepada yang menggerakan demo ini untuk bertanggung jawab penuh atas penyebaran Covid 19. Pasalnya, Pemerintah Daerah bersama Pemerintah Pusat melalui Gugus Tugas Covid - 19 sudah memberlakuan aturan PSPB dengan segala sanksinya.

Bahkan, dalam PSPB  juga sudah jelas aturannya. Pemerintah sudah bicara dengan aparat keamanan yang terkait untuk melakukan tindakan tegas,  karena bukan saja membahayakan diri sendiri melainkan orang lain sekitarnya.

Selain itu, apabila penularan Covid ini meningkat maka akan berdampak juga pada sektor perekonomian.  Yang jelas, para tokoh ini hanya mengedepankan ego sektoral. Lebih tragis lagi mereka ini sebenarnya tidak berada di lapangan, mereka ini ada dibalik layar, dan rakyat (buruh dan mahasiswa) dijadikan korban.

Tags

Terkini