NAWACITAPOST.OCM - Rutan Balikpapan kembali menggelar ibadah mingguan rutin bagi warga binaan beragama Nasrani pada hari ini. Kegiatan yang dimulai pukul 10.00 WITA tersebut berhasil menarik partisipasi sebanyak 27 warga binaan, yang dengan khidmat bergabung dalam perayaan rohani tersebut.
Dalam suasana yang penuh kedamaian, ruang ibadah rutan dipenuhi oleh para warga binaan yang dengan tekun mengikuti setiap rangkaian ibadah. Mereka duduk bersama, tidak lagi terkungkung oleh status mereka di dalam penjara, melainkan bersatu dalam keyakinan dan kepercayaan akan kuasa Tuhan.
Tak hanya warga binaan, kehadiran juga dari jamaah Gereja Advent Bukit Moria menambahkan semangat dalam perayaan itu. Sebanyak 24 orang jamaah ikut hadir, memberikan dukungan moral serta mendukung pelaksanaan ibadah.
Pendeta Stevanus Noti, seorang pemuka agama yang dihormati, memberikan khotbah yang menggugah hati. Dari mimbar kecil di ruangan itu, suaranya berkumandang, mengisi setiap sudut dengan pesan tentang makna Paskah bagi umat Kristiani.
"Paskah adalah saat kita mengenang pengorbanan besar Yesus Kristus di kayu salib. Pengorbanan itu adalah simbol cinta dan kasih yang tak terbandingkan, serta membawa pembebasan bagi kita dari dosa-dosa kita," kata Pendeta Stevanus Noti, sambil menegaskan pentingnya momen tersebut.
Khotbah yang didasarkan pada Kitab Kisah Para Rasul pasal 12 ayat 21-22 itu memberikan inspirasi dan refleksi mendalam bagi para hadirin. Dalam atmosfer yang sarat dengan keheningan dan kekhusyukan, setiap kata yang disampaikan oleh Pendeta Stevanus Noti mengalir begitu mengalirkan kedamaian dan harapan.
Ibadah mingguan di Rutan Balikpapan bukan hanya sekadar rutinitas, melainkan momen yang dinanti-nantikan dengan penuh kegembiraan dan antusiasme. Di sini, di tengah keterbatasan ruang dan waktu, jiwa-jiwa yang merindukan spiritualitas dan kebersamaan mendapat ruang untuk bersatu, menguatkan satu sama lain dalam perjalanan iman mereka.