hukum

Polda Jatim Tangkap Pembunuh Nenek 79 Tahun di Pasuruan, Pelaku Kabur ke Semarang Usai Rampas Emas Korban

Minggu, 9 Agustus 2026 | 13:06 WIB

Pasuruan, NAWACITAPOST.COM - Tim Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jawa Timur berhasil mengungkap kasus pembunuhan terhadap seorang nenek berusia 79 tahun di Kabupaten Pasuruan. Pelaku berinisial YA (35) ditangkap setelah sempat melarikan diri ke Kabupaten Semarang, Jawa Tengah.

Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim AKBP Arbaridi Jumhur mengatakan, pelaku berhasil diamankan di Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang, setelah menjadi buronan selama sekitar sepekan sejak peristiwa pembunuhan yang terjadi pada 15 Juli 2026.

"Tim melakukan penelusuran mulai dari lingkungan pertemanan hingga keluarga pelaku. Hasilnya, keberadaan pelaku berhasil diketahui dan langsung diamankan di wilayah Tuntang, Semarang," ujar AKBP Arbaridi Jumhur.(07/08/2926)

Hasil penyidikan mengungkap, motif pembunuhan bukan hanya karena persoalan ekonomi, tetapi sudah direncanakan. Pelaku mengaku membutuhkan uang sebagai modal untuk mencari pekerjaan baru setelah kontraknya sebagai petugas keamanan berakhir.

Menurut polisi, YA mendatangi rumah korban saat korban seorang diri dengan berpura-pura bersilaturahmi. Korban bahkan sempat menyuguhi pelaku secangkir kopi sebelum akhirnya diserang.

"Korban diserang dengan cara dicekik hingga terjatuh, kemudian dibanting sampai meninggal dunia. Setelah memastikan korban meninggal, pelaku mengambil kalung dan gelang emas milik korban yang kemudian dijual sekitar Rp5 juta," jelas Jumhur.

Polisi juga mengungkap bahwa pelaku masih memiliki hubungan keluarga dengan korban, yakni saudara jauh dari pihak istri pelaku.

Untuk melengkapi proses penyidikan, penyidik akan menggelar rekonstruksi guna memperjelas rangkaian peristiwa pembunuhan tersebut.

Korban Nurami (79), warga Dusun Talang Lor, Desa Winongan Kidul, Kecamatan Winongan, Kabupaten Pasuruan, ditemukan meninggal dunia di dalam kamar rumahnya dengan luka serius di bagian wajah dan mulut. Polisi juga menemukan fakta bahwa perhiasan emas yang biasa dikenakan korban telah hilang.

Dalam proses penyelidikan, polisi memperoleh petunjuk dari keterangan saksi yang melihat seorang pria datang ke rumah korban sebanyak dua kali menggunakan sepeda motor Honda PCX berwarna putih.

"Keterangan saksi menjadi petunjuk penting hingga akhirnya identitas pelaku berhasil diungkap dan dilakukan penangkapan," kata Jumhur. ( ibank)

Tags

Terkini