NAWACITA.post.com - Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) melepas sebanyak 122 Pekerja Migran Indonesia ke Korea Selatan (Korsel), di eL Hotel Royale Jakarta, Selasa (21/11/2023). Kegiatan ini turut dihadiri oleh Sekretaris Utama Badan Nasional Penanggulangan Terorisme Republik Indonesia (BNPT RI), Bangbang Surono.
Di hadapan ratusan Pekerja Migran Indonesia, Bangbang menyampaikan pesan Kepala BNPT.
"Terima kasih BP2MI sudah menggandeng BNPT dalam memberikan pembekalan bagi Pekerja Migran Indonesia dalam hal penanggulangan terorisme. Kami juga berterima kasih kepada BP2MI yang telah membuat Pekerja Migran Indonesia menjadi duta bangsa dan pahlawan devisa Indonesia. Selama ini masyarakat Indonesia memandang rendah Pekerja Migran Indonesia dengan sebutan TKI.
Terima kasih kepada BP2MI yang sudah mengubah stigma negatif dari TKI ke Pekerja Migran Indonesia," ungkap Bangbang.
Dilanjutkannya pula, perubahan stigma negatif tersebut telah berhasil dilakukan dengan menyiapkan peningkatan kemampuan para Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI), juga berjuangan agar mereka terbebas dari para sindikat penempatan ilegal.
Diingatkan pula oleh Bangbang untuk berhati-hati saat berada di luar negeri. Jangan terpengaruh oleh propaganda pihak tertentu yang berbau paham terorisme.
"Menurut riset BNPT, perempuan, para remaja, dan anak kecil, adalah kelompok yang rentan terhadap propaganda terorisme. Sebagai anak muda penerus bangsa, harus berhati-hati, termasuk kalian. Data BNPT menunjukkan sepanjang tahun 2023 hingga saat ini, sebanyak 94 orang atau 0,04% Pekerja Migran yang berangkat, terlibat terorisme di luar negeri. Hati-hati karena terorisme adalah kejahatan luar biasa," ungkap Bangbang.
Sementara itu, Deputi Penempatan dan Pelindungan Kawasan Asia dan Afrika BP2MI, A. Gatot Hermawan, juga menjelaskan bahwa memang banyak masalah yang dialami oleh Pekerja Migran Indonesia yang berangkat secara tidak resmi. Namun BP2MI ingin mengubah itu.