Majalengka, NAWACITAPOST.COM - Bejat begitu kiranya yang telah dilakukan seorang ayah di Majalengka yang secara tega Rudapaksa anak tirinya yang diketahui masih dibawah umur.
Diperparah, pria MF itupun diketahui tidak hanya sekali melakukannya. Kapolres Majalengka AKBP Indra Novianto melalui Kasatreskrim AKP Ari Rinaldo mengatakan bahwa tersangka sudah berulang kali melakukannya.
"Mirisnya, MF Mencabuli anak tirinya bukan sekali atau dua kali tapi sudah berjalan sejak Desember 2024 hingga Februari 2025. Aksi pelaku dilakukan disebuah kamar rumahnya," ujar AKP Ari Rinaldo, Jumat (21/02/2025).
Masih dikatakan Ari, saat ini pelaku harus berurusan dengan pihak kepolisian Satreskrim Polres Majalengka, setelah aksi bejatnya merudapaksa anak tirinya.
Pelaku ditangkap usai laporan keluarga korban masuk di Polres Majalengka. Tak berselang lama atas laporan tersebut pelaku ditangkap, dan langsung ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan pencabulan terhadap anak tirinya.
Kasat Reskrim menjelaskan bahwa kronologi kasus yang terjadi berbulan-bulan itu akhirnya terungkap. Diketahui ibu korban membuat laporan dugaan pencabulan di Polres Majalengka, pada 18 Februari 2025.
Menurut dia, berbekal laporan tersebut pihaknya melakukan penyelidikan lebih lanjut dengan mengumpulkan bukti-bukti dari berbagai pihak. Kemudian, status penyelidikan ditingkatkan menjadi penyidikan.
"Kita lakukan pemeriksaan intensif terhadap pelaku dan berakhir dengan penahanan. Dari hasil pemeriksaan, MF mengakui perbuatannya dan melakukan pencabulan kepada korban sejak Desember 2024 hingga Februari 2025," ungkapnya.
Sementara berdasarkan keterangan dari korban, bahwa tersangka telah merudapaksa anak tirinya itu, sebanyak empat kali. Dimana satu kali melakukan pencabulan di bulan Desember 2024 dan tiga kali pada bulan Februari 2025.
Atas perbuatannya, MF dijerat pasal Pasal 81 Undang undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang undang Nomor 1 Tahun 2016.
Tentang Perubahan Kedua atas Undang undang Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak Menjadi Undang undang atau pasal 6 jo pasal 15 Undang undang Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2022, tentang tindak pidana kekerasan seksual.
"Ancaman hukuman bagi tersangka yang telah merudapaksa anak tirinya itu, paling singkat 5 Tahun dan Maksimal 15 Tahun penjara," tandasnya.(Defri Arfiansyah)