Kembali ke Kapen Kostrad Kolonel Hendhi, bahwa Pangkostrad Letjen pak Maruli Simanjuntak dibidang teritorial infrakstruktur, membangun tempat bermain anak-anak, membangun Gereja dan lain-lain, tetapi begitu selesai dibangun, beliau tak mau acara seremonial (baca : peresmian).
Yang penting apa dibangun itu, harus bermanfaat bagi orang banyak, terutama rakyat kecil.
Bahkan, saat prajurit Kostrad bertugas di daerah pegunungan Papua, diminta memberikan pelatihan dan pengajaran kepada warga asli Papua tentang bercocok tanam, berkebun.Tetapi, khususnya bercocok tanam , ketika sudah panen, mereka bingung mau menjualnya gimana, akhirnya Pangkostrad memerintahkan prajurit Kostrad untuk membeli apa yang telah dipanen oleh warga Papua.
Dibidang lainnya Pankostrad juga menanyakan kepada prajurit, apa yang perlu dipersiapkan dalam tugas sebagai prajuriti Kostrad.
Boleh dikatakan, sosok Letjen Maruli Simanjuntak, dalam membantu warga, sudah ditanamkan sejak kecil oleh keluarganya.
Hal tersebut, terus tertanam dalam jiwa militernya. Bukan hanya kepada warga, tetapi prajurit dimana suami dari Paulina Panjaitan, juga ayah dari Faye Simanjuntak dan Noah Simanjuntak mengabdikan diri dalam tugas kenegaraannya sebagai seorang prajurit sapta marga.