Kamis, 4 Juni 2026

Serangan Arya Sinulingga ke Ahok, Penyebab Citra Negatif Pemerintahan Jokowi

Photo Author
Ronaldy, Nawacita Post
- Rabu, 29 Desember 2021 | 15:20 WIB
Jakarta, NAWACITAPOST.COM - Ketika Basuki Tjahaja Purnama biasa disapa Ahok didera kasus penistaan agama. Orang yang anti Ahok mengharapkan Presiden Jokowi membela Ahok. Minimal intervensi di bidang hukum, untuk meringankan,  kalau perlu membebaskannya.

Baca Juga : Arya Sinulingga Menghambat Program Nawacita Presiden Jokowi


Namun, Jokowi tak melakukan pembelaan kepada Ahok. Bukan, karena tak bisa. Namun, Gubernur Jakarta (2012 -2014) tahu, itu salah satu cara yang anti kepadanya bisa dengan mudah memperkarakan persoalan intervensi Presiden Jokowi kepada sahabatnya.

Baca Juga : Kecam Cara Ahok, Arya Sinulingga Tidak Mendukung Program Nawacita Presiden Jokowi


Demikian pula yang dilakukan Ahok, saat dirinya bebas dari menjalani hukuman. Ia tak mengganggu Jokowi, saat Pilpres 2019. Ahok tak mau gabung di tim kampanye Jokowi - Ma'ruf Amin. Bukan karena tak mau. Ahok sadar. Jika ia bergabung, maka musuh Jokowi akan dengan mudah menyerang Jokowi dengan berbagai cara. Salah satunya, melalui propaganda di media sosial.

Baca Juga : Pernyataan Stafsus Menteri BUMN Arya Sinulingga Tidak Sejalan dengan Program Nawacita Presiden Jokowi


Justru yang dilakukan Ahok, pergi berlibur selama  beberapa bulan ke Jepang. Begitu usai, Pilpres 2019. Komposisi kabinet terisi, termasuk lawan Jokowi di Pilpres tersebut bergabung di kabinet Indonesia maju.

Baca Juga : Ahok Bongkar Kontrak yang Merugikan Pertamina, Arya Sinulingga : Ngancam!!!


Ahok diminta Jokowi menjadi Komisaris Utama (Komut) Pertamina. Awal Ahok masuk sebagai Komut tersebut. Gelombang penolakan datang dari internal pegawai pertamina terus berdatangan.

Tak perlu, waktu lama. Ahok membuat gebrakan radikal di tubuh BUMN penghasil devisa terbesar untuk Indonesia. Fasilitas elit pertamina mulai dihapus. Kartu kredit yang jumlahnya fantasis, mencapai angka miliaran rupiah, tak ada lagi. Termasuk Ahok menghapus kartu kredit yang nominalnya mencapai 30 miliar rupiah.

Selesai penghapusan fasilitas yang tak perlu. Ahok melalui chanel Youtubenya panggil saya BTP, meminta kepada jajaran pertamina, membongkar kontrak yang merugikan segera ditinjau ulang, kalau perlu ditolak.

Mendengar dan menyaksikan Ahok membongkar kontrak pertamina yang merugikan. Staf Khusus Menteri BUMN, Arya Sinulingga dalam akun media sosialnya sampai geram dan meminta Ahok untuk tidak membongkar kontrak  pertamina. Kata Arya, itu sudah sesuai.

Bukannya mendapat dukungan dari netizen dan warga. Malah Arya Sinulingga mendapat olok-olok, kecaman dan serangan bertubi-tubi.

Justru netizen malah mendukung langkah Ahok 1000 persen. Ya, seharusnya Arya mendukung langkah Ahok. Bukankah, apa yang dilakukan Ahok membersihkan borok-borok dan bisul-bisul koruspsi di Pertamina dan BUMN lainnya, adalah perintah Presiden Jokowi?

Jika, Arya terus melakukan serangan dan kecaman ke Ahok. Netizen malah menyebut, Arya sebagai penyebab citra negatif pemerintahan Jokowi.

 

 

Editor: Ronaldy

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini