Ade Hari Setiawan, Kasat Ops Patnal Lapas Tenggarong menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan respon atas musibah yang terjadi di Lapas Kelas I Tangerang. "Sebelumnya kami juga telah melaksanakan perbaikan jalur instalasi listrik seluruh blok dan kamar hunian pada bulan Agustus (2021), dan kegiatan kontrol ini juga bertujuan apakah terjadi kerusakan pada jalur instalasi" ujarnya
Baca Juga : 1 Bulan Menjabat Jadi Bupati Bekasi, Dani Ramdan Dapat Respon Positif Dari Masyarakat
Hasil dari kegiatan tersebut tidak ditemukan kerusakan pada jalur instalasi listrik di blok maupun di dalam kamar hunian.
Agus Dwirijanto, Kalapas Tenggarong menerangkan, bahwa dengan jumlah hunian yang over crowded serta kondisi bangunan yang tidak sebanding dengan jumlah penghuni saat ini, dirinya tetap berkomitmen dalam memberikan pelayanan yang terbaik bagi warga binaan termasuk dalam rangka menciptakan kamar hunian yang layak semaksimal mungkin.
"Menyikapi atas musibah yang terjadi di Lapas Tangerang, saya atas nama pribadi dan institusi mengucapkan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas meninggalnya sebanyak 41 orang warga binaan dan mendoakan semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan kesabaran" jelasnya.
-
Pada kesempatan yang sama juga dilakukan simulasi penanganan bencana alam yakni pengambilan kunci induk serta pembukaan kamar hunian.
"Simulasi ini dilakukan guna mengetahui seberapa lama proses tersebut dilakukan sehingga dapat diketahui estimasi waktu perkiraan, dari hasil simulasi didapat waktu sekitar 3 menit" ungkap Halif, Kasi Kamtib Lapas Tenggarong.
Kegiatan kontrol dan simulasi ini akan dilakukan secara berkala dan feedback nya dapat menjadi SOP secara internal tanpa mengurangi esensi dari SOP penanggulangan bencana yang telah ditetapkan oleh Direktorat Jenderal Pemasyarakatan.
(Kornelius Wau)
Simak informasi menarik lainnya di youtube kami !
https://youtu.be/Gjq9xo0bgqI