Kamis, 4 Juni 2026

Rommy Seret Gubernur Jatim, Mahfud MD: Ritual Korban OTT

Photo Author
Tim Redaksi, Nawacita Post
- Senin, 25 Maret 2019 | 15:23 WIB
Jakarta NAWACITA – Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Mahfud MD menyoroti diseretnya nama Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa oleh politisi PPP Rohamurmuziy alias Rommy dalam kasus dugaan jual beli jabatan di tubuh Kementerian Agama (Kemenag).

Mahfud MD menanggapi 'nyanyian' mantan Ketua Umum PPP tersebut usai ditangkap tangan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Menurut Mahfud, nyanyian Rommy tersebut merupakan ritual saat seseorang terkena OTT (operasi tangkap tangan) KPK.

Seperti diberitakan sebelumnya Khofifah membantah pernyataan Rommy yang menudingnya terlibat dalam jual beli jabatan di Kemenag. Mantan Menteri Sosial ini juga membantah kenal dekat dengan Haris Hasanudin yang juga sudah diamankan KPK.

"Khofifah sudah membantah. Kalau dia kenal juga dengan Haris, katanya baru tahu Haris kalau menantu temannya sesudah Haris ditangkap, karena fotonya di koran kan gitu. jadi ya tidak apa-apa," ujar Mahfud di Gedung KPK, Senin (25/3).

Rommy diketahui menyebut Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parwansa dan Tokoh PPP Jawa Timur Kiai Asep Saifuddin Chalim ikut merekomendasikan Haris Hasanudin sebagai Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Timur.

Mahfud menjelaskan ritual-ritual lainnya yang biasa dilakukan saat seseorang terkena operasi tangkap tangan (OTT) lembaga antirasuah. Tahap pertama, Mahfud mulai membeberkan, sang tersangka, dalam hal ini Rommy, tentu mengelak atas segala tuduhan kepada dirinya.

"Ritualitas orang ditangkap itu ada tiga, pertama bilang wah saya dijebak, padahal ndak mungkin orang dijebak dengan OTT karena OTT itu kan pasti dibuntuti udah lama. Dia sendiri yang mengatur pertemuannya. Itu ritualitas pertama," ujarnya.

Ritual berikutnya, lanjut Mahfud, sang tersangka menyatakan bahwa dirinya adalah korban politik. Ini biasa dilakukan sebab sang tersangka tidak memiliki jawaban lain akhirnya dia mengeluarkan pernyataan bahwa dirinya adalah korban politik.

"Nanti sesudah diperiksa ditunjukkan bukti-bukti bahwa ini kamu tanggal sekian bicara gini janjinya ini tanggal sekian ganti hp nomor ini dan seterusnya, baru dia oh iya gitu kan," katanya.

Ritual terakhir, ujar Mahfud, terjadi saat tahapan persidangan. Sang tersangka akan mengajukan eksepsi dan membantah seluruh dakwaan yang dijelaskan oleh Jaksa Penuntut Umum di persidangan.

"Kan selalu begitu urutannya, sekarang Romi baru sampai pada tahapan untuk menyatakan dijebak bilang dijebak bilang tidak kenal bilang direkomendasi orang hanya sampaikan aspirasi baru tahap itu," kata Mahfud.

Usai pemeriksaan perdana pada Jumat (22/3), Romi menyebut bahwa Khofifah turut memberi rekomendasi atas Kakanwil Kemenag Jatim Haris Hasanudin.

Merespons 'nyanyian' tersebut, Khofifah membantah. Mantan Menteri Sosial RI ini bahkan menyebut dirinya tak punya potensi pelaku korupsi atau suap.

"Rek, wajahku iki mosok onok wajah suap, wajah disuap, ya nggak. Artinya yang punya ilmu terawang, kayaknya Anda bisa terawang saya," ujar Khofifah.

Khofifah menambahkan dirinya mengaku geram karena namanya seringkali dicatut oleh sejumlah oknum untuk memperoleh keuntungan pribadi. Hal itu diketahuinya dari sejumlah laporan Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Editor: Tim Redaksi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini