Kamis, 4 Juni 2026

Soal Kasus Linda Yang Terjebak Sebagai Kurir Narkoba, Bupati Majalengka Desak Presiden Prabowo Subianto Bergerak

Photo Author
Nurjayakbe, Nawacita Post
- Sabtu, 8 Maret 2025 | 19:53 WIB
Caption: Bupati Majalengka saat berbincang hangat dengan orang tua Linda
Caption: Bupati Majalengka saat berbincang hangat dengan orang tua Linda

Majalengka, NAWACITAPOST.COM - Bupati Majalengka Eman Suherman selesai shalat subuh secara langsung menemui keluarga Linda di Desa Liangjulang, Kecamatan Kadipaten, Majalengka yang tengah menghadapi hukuman sebanyak 25 Tahun Denda Rp 8,2 Milyar di Ethiopia Afrika.

Langkah cepat, Bupati Majalengka menyampaikan bahwa pihaknya sudah berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri dan BP2MI untuk memastikan Linda mendapatkan pendampingan hukum yang layak.

"Kami tidak tinggal diam. Sejak awal kasus ini mencuat, kami langsung bergerak. Kami sudah mengirimkan surat resmi dan berkomunikasi dengan berbagai pihak terkait, termasuk Kemenlu dan BP2MI Jawa Barat".

"Kita ingin memastikan pemerintah pusat benar-benar mengambil langkah tegas," ungkapnya Bupati Majalengka Eman Suherman, Sabtu (08/03/2025).

Pemberangkatan Linda ke Ethiopia pada tanggal 26 Juni 2024 setelah menerima tawaran pekerjaan dengan gaji Rp 15 juta per sekali pengiriman yang dikatakan pengajar paket berisi biji emas.

Nasib berkata lain, saat hendak memasuki bandara, ia ditangkap karena membawa paket yang ternyata berisi narkoba.

"Ini jelas jebakan awalnya dia dijanjikan membawa serbuk emas, tapi kenyataannya narkoba. Ada oknum berinisial D yang merekrut Linda dan menjanjikan pekerjaan tersebut. Linda hanyalah korban, dan kita harus berjuang untuk membebaskannya,"

Melihat hal tersebut, Pemerintah Kabupaten Majalengka mendesak Pemerintah Pusat agar lebih aktif dalam menangani kasus Linda.

"Saya sudah Perintahkan serta Kadis terkait untuk memantau perkembangan ini secara ketat. Kita butuh tindakan konkret dari pemerintah pusat. Jangan sampai ada warga kita yang menjadi korban sindikat narkoba internasional tanpa perlindungan maksimal," tegasnya.

Berdasarkan pengalaman hal itu, Bupati Majalengka akan terus berupaya melakukan pengawasan yang lebih ketat terhadap warga yang bekerja ke luar negeri secara non-prosedural.

Sehingga, Ia meminta dinas terkait untuk memperketat pengawasan dan memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya keberangkatan ilegal.

"Linda bukan PMI resmi, dia berangkat menggunakan visa wisata. Ini masalah serius! Kita harus lebih ketat mengawasi warga agar tidak terjebak dalam kasus serupa," ujarnya.

Sebagai bentuk kepedulian, Pemerintah Kabupaten Majalengka memberikan santunan kepada keluarga Linda.

"Ini bukan sekadar bantuan materi, tapi bentuk solidaritas. Keluarga Linda sedang dalam tekanan berat. Saya mengajak seluruh masyarakat untuk mendoakan agar Linda bisa bebas dan kembali ke tanah air dengan selamat," tandasnya.(Defri Ardiansyah)

Editor: Nurjayakbe

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Terkini