Acara biasanya dimulai saat matahari mulai naik, sekitar pukul 10.00 hingga 11.00 WIB.
Sebelum memulai upacara, pihak parboru harus mempersiapkan pring, sebuah wadah khusus yang berisi nasi dan arsik ikan mas atau ihan Batak sebagai simbol kehormatan dan berkat dalam kehidupan.
Ulos, kain tradisional Batak, kemudian diserahkan kepada perempuan yang hamil tujuh bulan, diisi dengan buah pinang muda sebagai simbol kebahagiaan dalam memiliki keturunan yang panjang umur.
Selama acara Mambosuri, sejumlah hidangan khas Batak Toba disajikan, termasuk Mira (Ayam putih Napinadar) dengan bumbu sira pege (potongan cabe rawit, jahe, dan bawang merah), itak pohul (kue yang dikepal; campuran beras yang dihaluskan dengan kelapa dan dibentuk sesuai genggaman jari), serta itak nanihopingan sebagai simbol selamatan di siang hari agar kehidupan seperti datangnya matahari menjadi terang.
Jeruk purut yang direndam dengan air putih juga dipersiapkan untuk diminum oleh pasangan yang menantikan kelahiran, dipercaya dapat melancarkan persalinan.
Semua hidangan tersebut disajikan bersama buah-buahan seperti pisang dan timun sebagai penutup upacara.
Pihak keluarga suami (paranak) juga turut menyumbangkan jamuan makan sesuai adat dan menyiapkan uang dalam amplop sebagai ungkapan terima kasih ketika acara selesai.
Melalui Mambosuri, kebahagiaan, kekayaan budaya, dan doa untuk kelancaran persalinan menjadi bagian tak terpisahkan dari tradisi Batak yang tetap dilestarikan dalam momen spesial ini.
Artikel Terkait
Seungri Eks BIGBANG Kondangan di Jakarta, Disebut Koko Sama Netizen
5 Cara Turunkan Berat Badan Ideal Ala Idol Kpop, Simpel dan Mudah
Perankan Dukun di Film Exhuma, Ternyata Kim Go Eun Belajar Dari Dukun Asli!
'Captivating the King', Drama Korea terbaru menandai kembalinya aktor Cho Jung Seok
Rumor Kencan Jennie BLACKPINK dan Juyeon The Boyz, Fakta dan Profilnya