NAWACITApost.com - Kota Bandung adalah surga bagi para pencinta alam dan sejarah. Setiap akhir pekan, para wisatawan membanjiri kota ini untuk mengeksplorasi keindahan alamnya yang memukau dan merasakan pesona sejarah yang tersembunyi di balik bangunan bersejarah.
Para wisatawan yang datang ke Kota Bandung bisa menikmati sejumlah hotel bersejarah. Daya pikat bangunan dan sejarah yang terkandung di dalamnya memberi nilai tambah dari segi bangunan dan juga memberi pengalaman menginap yang unik.
Walaupun sudah cukup lama terlepas dari jeratan kekuasaan Kolonial Belanda, jejak-jejak sejarahnya masih dapat terlihat dalam bentuk bangunan bergaya Eropa yang masih bisa ditemukan di hampir di temukan di seluruh penjuru Indonesia, tak terkecuali Bandung. Berikut hotel yang memiliki nilai sejarah yang sudah berdiri saat era Kolonial:
1. Hotel Savoy Homann
-
Hotel Savoy Homann menjadi salah satu hotel tertua dan paling bersejarah yang ada di Bandung sejak zaman Kolonial.
Hotel ini di bangun oleh seorang Imigran asal Jerman, Mr. A. Homann pada tahun 1871. Lalu, pada tahun 1939, hotel ini direnovasi dengan desain gelombang samudera bergaya art deco oleh Albert Aalbers.
Secara tidak langsung, hotel ini menjadi saksi bisu berbagai peristiwa penting, seperti Konferensi Asia Afrika pada tahun 1955, yang dihadiri oleh tokoh-tokoh dunia seperti Presiden Soekarno, Ho Chi Minh, dan Josip Broz Tito.
Hotel ini juga pernah disinggahi oleh aktor komedian Charlie Chaplin dan aktris Mary Pickford pada tahun 1927.
2. Grand Royal Panghegar
-
Hotel ini dibangun pada tahun 1918 dengan nama Hotel Duta Merlin dan merupakan bagian dari kompleks Duta Merlin Group yang terdiri dari bioskop, toko roti, dan restoran.
Pada masa pendudukan Jepang, hotel ini digunakan sebagai markas tentara Jepang dan kemudian menjadi markas tentara Sekutu setelah kemerdekaan Indonesia. Pada tahun 2008, hotel ini berganti nama menjadi Grand Royal Panghegar.
Setelah kemerdekaan Indonesia, hotel ini berubah peran menjadi markas tentara Sekutu. Pergantian peran ini menjadi salah satu bukti betapa bersejarahnya hotel ini dalam perjalanan Indonesia menuju kemerdekaan yang dicapai.
Pada tahun 2008, hotel ini berganti nama menjadi Grand Royal Panghegar, sampai saat ini hotel bersejarah ini masih beroperasi.
3. Prama Grand Preanger Hotel
-
Hotel ini awalnya bernama Hotel Preanger dan dibangun pada tahun 1884 sebagai toko untuk melayani para pemilik perkebunan di Priangan.
Pada tahun 1897, toko ini diubah menjadi hotel oleh seorang Belanda bernama W.H.C. Van Deeterkom.
Pada tahun 1920, hotel ini berganti nama menjadi Grand Hotel Preanger dan direnovasi dengan gaya Indische Empire oleh Prof. Charles Prosper Wolff Schoemaker, yang dibantu oleh mantan muridnya, Ir. Soekarno.
Hotel ini juga menjadi tempat menginap para tamu penting pada masa penjajahan Belanda dan Jepang.
4. The Papandayan
-
Hotel ini merupakan salah satu hotel mewah dan modern di Bandung yang memiliki sejarah panjang.
Pada tahun 2010, hotel ini diakuisisi oleh PT Graha Cipta Selaras dan berganti nama menjadi The Papandayan
Hotel ini awalnya bernama Hotel Aryaduta dan dibangun pada tahun 1982 oleh PT Ciputra Development.
Hotel ini menjadi tempat menginap para tamu kenegaraan, seperti Ratu Elizabeth II dari Inggris, Raja Bhumibol Adulyadej dari Thailand, dan Presiden Bill Clinton dari Amerika Serikat.
5. Aston Tropicana Hotel
-
Hotel ini dulunya bernama Hotel Tropicana dan dibangun pada tahun 1928 dengan gaya arsitektur kolonial Belanda.
Hotel ini terletak di Jalan Cihampelas, salah satu jalan utama di Bandung yang dikenal dengan toko-toko pakaian dan patung-patung superhero raksasa.
Hotel ini sempat menjadi tempat favorit para selebriti Hollywood yang berkunjung ke Bandung, seperti Elizabeth Taylor, Richard Burton, dan Peter O'Toole.