Bila membicarakan suku yang satu ini, memang banyak cerita seram dan gahar. Suku Dayak punya riwayat bikin Belanda kalang kabut saat menjajah negara kita. Mereka bahkan berhasil membuat serdadu negeri kincir angin itu ‘pulang kampung’. Katanya sih karena banyak hal mistis yang terjadi pada mereka di sana.
NAWACITA TV: INILAH 5 HAL YANG MEMBUAT SUKU DAYAK DISEGANI DUNIA
https://www.youtube.com/watch?v=dR6POwYSkLo&t=4s
Dayak memang sangat mematikan menurut serdadu Belanda. Bahkan mereka pernah mengatakan, melawan Dayak sama seperti melawan hantu. Berikut merupakan hal-hal yang suku Dayak ditakuti dunia internasional
1. Pasukan Hantu
Ketika Belanda menjajah Indonesia dan datang ke Kalimantan, mereka ketakutan karena tanah Borneo punya pasukan menakutkan yang mereka sebut dengan ‘The Ghost Warrior’ alias ‘Pasukan Hantu’. Ada yang berteori bahwa pasukan hantu sebenarnya adalah para prajurit suku Dayak, namun ada juga yang mengatakan pasukan hantu adalah ‘Panglima Burung’ yaitu makhluk halus yang sangat dipercayai oleh suku Dayak yang tugasnya melindungi segenap suku Dayak.
-
Menurut cerita orang-orang Dayak yang hidup di jaman penjajahan, Belanda ketakutan pada suku Dayak karena kemampuan perang mereka. Orang Dayak menyerang penjajah dengan menggunakan sumpit dan mandau, yang jika sudah digunakan, pasti menelan korban nyawa. Sementara jika peluru Belanda mengenai orang Dayak, maka korban akan sembuh dengan bantuan sikerei (dukun) setempat dalam hitungan hari. Itulah yang akhirnya membuat Belanda hengkang dari Bumi Borneo.
Baca juga: Gebyar Akhir Tahun ! Nawacita TV Gelar Kontes Berhadiah Jutaan Rupiah
Itulah tadi beberapa cerita mistis dari suku Dayak Kalimantan. Memang, ada beberapa cerita mistis yang masih perlu diverifikasi kebenarannya, namun kebanyakan orang yang sudah menginjakkan kaki ke tanah Borneo akan merasakan aura mistis tersebut. Mungkin, untuk membuktikan kebenarannya, Anda perlu datang sendiri ke Borneo.
-
2. Mandau, Parang Mematikan
Mandau adalah semacam parang yang selalu dibawa-bawa oleh pria Dayak. Meskipun sedang tidak ada bahaya atau perang, membawa Mandau memang sudah menjadi kebiasaan dan kewajiban bagi para pria Dayak untuk berjaga-jaga. Meskipun demikian, ada beberapa aturan dalam memakai Mandau. Di antaranya, Mandau tidak boleh digunakan untuk mengancam dan hanya boleh digunakan untuk membela diri.
-
Mandau juga tidak boleh dikeluarkan sembarangan dari sarungnya. Konon, jika mandau sudah keluar dari sarangnya, mau tidak mau harus ada korban yang tewas. Tidak sedikit saksi mata yang mengatakan bahwa Mandau bisa terbang dan membunuh mengasanya begitu saja, karena parang satu ini memang mempunyai kekuatan magis.
3. Sumpit Beracun Tak Kalah Mematikan Dari Senapan Runduk
Tak hanya bisa bertarung dengan jarak dekat memakai mandau kebanggaan, orang-orang Dayak juga bisa melakukan serangan jarak jauh ala para sniper. Ya, senyap dan tiba-tiba membunuh. Nah, untuk melakukan itu, mereka menggunakan sumpit beracun yang sangar itu.
Pada jaman penjajahan, ketika Belanda sudah mengenal teknologi pistol dan peluru, masyarakat Dayak hanya melawan mereka dengan sumpit. Senjata yang digunakan dengan cara ditiup ini memang sudah dikenal beracun dan mematikan. Menurut Pembina Komunitas Tarantang Petak Belanga, Chandra Putra, penjajah Belanda sering bilang menghadapi pasukan hantu, karena kedatangan mereka selalu tiba-tiba dan begitu cepat.
Sumpit memang tradisional, tapi jangan tanya soal kemampuannya. Ia bisa diletuskan secepat peluru, dan juga bisa dikemas dengan racun mematikan yang bahkan bisa untuk membunuh seekor beruang sekalipun. Ini juga yang jadi alasan kenapa Belanda ogah usik orang-orang Dayak.
-
3. Ilmu Gaib
Sebelum beberapa agama mulai populer di tanah Borneo, suku dayak memang menganut paham animisne. Mereka menyembah roh-roh leluhur dan melakukan ritual-ritual pemujuaan pada roh-roh tersebut. Konon, ilmu gaib orang Kalimantan dikirim melalui median angin atau dikenal dengan ‘racun paser’.
Ketika racun paser telah masuk ke tubuh seseorang, maka orang itu akan mengalami gatal-gatal di seluruh tubuh. Kulitnya akan kering seperti dihisap oleh tulang sendiri. Dan rasa gatal tidak hanya terasa di kulit, namun juga terasa sampai ke tulang-belulang. Ilmu-ilmu yang dikirim lewat media yang kasat mata inilah yang membuat misteri di tanah Borneo semakin kental.
5. Motivasi Bertempur Orang Dayak Jauh Lebih Kuat
Dari semua hal yang ada, kemampuan, senjata dan sebagainya, bagian paling penting serta fundamental tentu adalah motivasi. Makin kuat motivasi, semangat juang pun melejit. Dalam hal ini, orang Dayak juga melebihi para serdadu Belanda.
Simak berita lainnya di Tiktok NAWACITA
Prinsip Orang Dayak, mereka takkan mengganggu kalau tak diusik. Makanya, kalau sampai orang luar berusaha melakukan hal itu, mereka akan melawan. Apalagi Belanda yang tujuannya jelas tidak baik dan hanya menginginkan perluasan wilayah saja. Pasukan Dayak pun motivasinya melejit dan kemudian direalisasikan dengan hal-hal mengerikan di atas.
-
Itulah alasan-alasan kenapa pasukan Belanda zaman dulu begitu segan kalau harus melakukan ekpansi wilayah ke Kalimantan, khususnya ke bagian hutan-hutannya. Pasalnya, yang mereka akan hadapi adalah pasukan mematikan yang bahkan tidak diketahui bagaimana cara melawannya.