NAWACITAPOST.COM — Diduga enggan dikonfirmasi dari sejumlah wartawan, pemilik usaha pengolahan limbah yang berlokasi di Desa Babadan, Kecamatan Patianrowo, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, melontarkan ancaman kepada wartawan yang hendak mengkonfirmasi keluhan warga terkait dengan bau busuk dan menyengat.
Wartawan Nawacitapost.com, datang bersama dengan sejumlah wartawan tersebut bukannya mendapatkan jawaban atas apa yang dikonfirmasi dari pemilik pengolahan limbah, melainkan mendapatkan intimidasi yaitu akan mencari wartawan yang memuat berita tersebut.
Adapun wartawan yang datang untuk mengkonfirmasi kepada pemilik pengolahan limbah selain dari Nawacitapost.com yaitu Kuswanto, Andika Wahyu Al Amin, dan Mohammad Fajar El Jundi.
Baca Juga: Warga Resah!!! Bau Busuk Tercium di Desa Babadan Patianrowo Nganjuk
Ketika tim awak media sudah mulai mengkonfirmasi perihal keluhan warga Desa Babadan kepada Sutikno pemilik pengolahan limbah, justru anak dari pemilik pengolahan limbah yakni Andika meminta tim awak media untuk menunjukkan kartu identitas tim awak media, yang juga tak mau direkam.
"Coba saya minta kartu ID card mas sebelum saya menjawab, semuanya ya. Saya ingin melihat keabsahannya. Jangan sampai ada yang merekam, kalau masih ada yang merekam tolong tutup," pinta Andika.
Sementara Sutikno pemilik pengolahan limbah ketika dikonfirmasi atas adanya keluhan masyarakat dirinya tak menampik usaha yang dijalankannya menimbulkan bau tak sedap, bahkan mengatakan bahwa usaha yang jalankannya juga telah mengantongi ijin.
Baca Juga: Khotmil Qur'an Warnai Tes Kenaikan Tingkat Siswa PSHT Komisariat Padepokan dan Ranting Kota Nganjuk
"Saya kalau ijin usaha ada CV, tapi sampean lihat atau minta ndak tak kasih, ini tak batasi," ucap Sutikno kepada wartawan Nawacitapost.com, pada Sabtu (25/1/2025).
Lanjut Sutikno, mau konfirmasi apa, sampean kalau ingin melihat usaha langsung saja ke lapangan, lihat saja tidak usah tanya, jadi langsung poin.
"Kalau diliput tidak boleh, dan kalaupun diliput wani mbayar piro (berani bayar berapa red), kalau mau ambil foto silakan tidak apa-apa, tapi yang difoto kan tertentu, jangan sampai jalannya yang difoto," ujar Sutikno.
Sutikno menambahkan, jadi jangan sampai jalannya yang difoto, dan jangan jalan yang keluar untuk masuk. Jangan pintu masuk di foto kuncinya model kayak apa, jangan!! Maksud saya tak batasi kayak gitu.
Baca Juga: Transit di Desa Mojoagung Prambon Diduga Jadi Pemicu Deadlock Konfercab XX PC GP Ansor Nganjuk
"Kalau pertanyaan panjenengan ingin saya jawab, ayo ke lokasi. Jadi kalau diliput tidak boleh, mau dibayar berapa saya, karena wajah saya itu wajah privasi," imbuhnya.