event

Fajar Baru Rohani di Tapanuli Selatan, Pos PI Simarlela Resmi Berdiri di Tengah Gemuruh KKR!

Minggu, 5 Juli 2026 | 20:11 WIB
Ratusan jemaat dari berbagai desa sekitar, bahkan dari daerah yang jauh, berbondong-bondong memadati lokasi (Istimewa)

NAWACITAPOST.COM – Sebuah momentum bersejarah yang sarat emosi dan berkat spiritual baru saja terukir di tanah Tapanuli Selatan. Menjawab kerinduan mendalam warga yang telah lama menanti wadah pelayanan rohani yang kokoh, GBI (Gereja Bethel Indonesia) Rehobot Padangsidimpuan, di bawah naungan keluarga besar GBI Medan Plaza—secara resmi membuka Pos Pelayanan Pekabaran Injil (PI) baru di Desa Simarlelan, Kecamatan Muara Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara.

Peresmian yang berlangsung pada Minggu (28/6/2026) yang lalu ini bukan sekadar seremoni biasa. Atmosfer dramatis begitu terasa karena peristiwa bersejarah ini dibalut dalam gerbang Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) yang dihadiri oleh ratusan jiwa.

Lautan Manusia dan Gemuruh Pujian di Pedalaman Muara Batang Toru

Berdasarkan pantauan di lokasi, areal ibadah berubah menjadi lautan manusia. Ratusan jemaat dari berbagai desa sekitar, bahkan dari daerah yang jauh, berbondong-bondong memadati lokasi dengan satu asa: menyaksikan fajar baru pelayanan di desa mereka. Suasana terasa magis dan bergetar ketika nyanyian pujian serta doa-doa yang menyentuh hati dinaikkan ke langit, memecah keheningan pedalaman Tapanuli Selatan.

Baca Juga: Sorotan Tajam Ray Rangkuti Aktivis 98: Bawaslu Mandul, Bubarkan Saja!

Acara ini dihadiri oleh jajaran tokoh penting yang memberikan pengawalan penuh, di antaranya:

  • Pdt. Waspada Gidyon Sarumaha, S.Th., M.Th. (Pimpinan Jemaat GBI Rehobot Padangsidimpuan)

  • Semieli Gulo (Kepala Desa Simarlelan)

  • Aipda Jhon Kennedi Pasaribu (Perwakilan Polsek Muara Batang Toru)

  • Para pimpinan majelis gereja tetangga, serta puluhan pelayan jemaat dari Padangsidimpuan dan Medan.

Pesan Tegas Pdt. Waspada Gidyon: "Ini Proses Panjang, Bukan Instan!"

Di tengah keheningan jemaat yang mendengarkan dengan khidmat, Pdt. Waspada Gidyon Sarumaha menyampaikan pidato yang menggetarkan. Ia mengonfirmasi bahwa pengurus pusat telah menerima seluruh dokumen dan aspirasi warga Simarlelan untuk bergabung.

Namun, dengan nada yang bijaksana sekaligus tegas, ia memberikan "tamparan realitas" yang mendidik bagi kedewasaan iman jemaat.

"Hari ini dengan tegas saya sampaikan kepada saudara sekalian: jemaat yang telah bergabung di wilayah Simarlelan ini, saat ini masih berstatus sebagai Pos Pelayanan Pekabaran Injil (PI). Menjadi sebuah gereja yang berdiri sendiri dengan status jemaat penuh bukanlah hal yang instan, melainkan membutuhkan proses panjang dan kesiapan SDM yang matang."

"Kami akan terus memantau keseriusan saudara dalam membangun kebersamaan dan menuntaskan Amanat Agung Tuhan Yesus di tempat ini," tegas Pdt. Waspada, membakar semangat jemaat untuk menjadikan fase ini sebagai "waktu emas" pendewasaan iman.

Baca Juga: Belum Usai! Kalah Banding atas Lahan 190 Hektare di Tambang Emas Batang Toru, Parsadaan Siregar Siagian Siap 'Perang' di Tingkat Kasasi

Komitmen Emosional Kepala Desa: "GBI Harus Jadi yang Terakhir!"

Suasana semakin dramatis saat Semieli Gulo Kepala Desa Simarlelan, memberikan sambutannya. Dengan nada bicara yang penuh harapan sekaligus penegasan mendalam, ia menitipkan pesan yang menyentuh hati seluruh jemaat.

"Saya berpesan dengan sungguh-sungguh: berikanlah hati saudara sepenuhnya untuk melayani Tuhan di tempat ini. Cukup sampai di sini, nama GBI Rehobot yang terpajang di gedung ini haruslah menjadi nama yang terakhir dan akan bertahan selamanya, tidak ada lagi pergantian ke depan!" ujar Semieli Gulo disambut haru jemaat.

Halaman:

Tags

Terkini