Rafael Granada Baay menegaskan, peningkatan produksi jagung adalah arahan langsung dari Presiden Joko Widodo, karena jagung dan padi merupakan dua komoditas pangan unggulan Indonesia.
"Surplus produksi jagung tidak hanya untuk menjaga ketahanan pangan, tetapi juga untuk mendukung ekspor pertanian," ujar eks Komandan Pasukan Pengamanan Presiden (Danpaspampres) itu.
Baca Juga: Tingkatkan Ketahanan Pangan, Pangdam V Brawijaya Tanam Jagung Bersama Masyarakat Nganjuk
Sementara Bupati Lamongan, Dr. H. Yuhronur Efendi, MBA, menjelaskan bahwa, setelah memanen jagung jenis perkasa di lahan seluas 1.213 hektar di lahan Perhutani, mengatakan pada tahun 2023, Lamongan memiliki luas tanam jagung sebesar 59.540 hektar.
"Dengan luas panen mencapai 59.585 hektar, menghasilkan produksi 582.662 ton dengan produktivitas rata-rata 8,4 ton per hektar," terang pria yang akrab dipanggil Pak Yes.
Pak Yes menegaskan bahwa pemkab Lamongan akan terus mendukung sektor pertanian, salah satunya melalui diversifikasi pangan untuk menjaga ketahanan pangan.
"Hingga April 2024, telah ditanam jagung di lahan seluas 35.001 hektar, dengan luas panen 21.255 hektar menghasilkan produksi 175.196 ton atau produktivitas rata-rata 8,73 ton per hektar," pungkas Pak Yes.